Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Rasullah s.a.w., bersabda: “Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dan dari satu kebaikan itu berlipat menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim sebagai satu huruf. Akan tetapi Alif satu huruf Lam satu huruf dan Mim satu huruf.”
Kedua, mendapatkan syafaat di hari kiamat. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Umamah berkata, “Aku mendengar Rasulullah s.a.w., bersabda, “Bacalah Al-Qur’an karena Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi manfaat kepada orang yang membacanya.”
Ketiga, sebaik-baiknya manusia adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya. Al-Qur’an merupakan ilmu yang paling utama dan paling mulia. Orang yang mempelajari dan mengajarkannya adalah orang yang terbaik di sisi Allah S.W.T.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah s.a.w., bersabda, “Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
Keempat, orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama malaikat. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah s.a.w., bersabda, “Orang yang mahir membaca Al-Qur’an kkrlak (mendapatkan tempat di surga) bersama para malaikat utusan yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dan masih terbata-bata, dan merasa berat lagi susah, maka dia mendapatkan dua pahala.”
Kelima, orang yang membaca Al-Qur’an ditinggikan derajatnya. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Rasulullah s.a.w., bersabda, “Akan dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an ‘Bacalah dan naiklah (ke derajat yang tinggi), serta tartilkannlah sebagaimana kamu mentartilkannya ketika di dunia, karena kedudukanmu pada akhir ayat yang kamu baca.”
Keenam, membaca Al-Qur’an seperti orang yang bersedekah. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Nasa’i, Rasulullah s.a.w., bersabda, “Orang yang membaca Al-Qur’an secara terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, dan orang yang membaca Al-Qur’an secara sembunyi-sembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi.”
Bagi orang yang khawatir riya’ maka lebih utama membaca Al-Qur’an secara sembunyi, namun jika tidak khawatir maka lebih utama secara terang-terangan.
Tanda seseorang mencintai Allah S.W.T., adalah ia mencintai Al-Qur’an dengan mengkaji, memahami, menghafalkan, dan mengamalkannya.
Semoga kita termasuk ke dalam yang mendapatkan syafaat melalui amalan Al-Qur’an.
