Kinerja PLN ULP Kangean Tidak Serius, Begini Sikap PLN Pusat

Pemasangan tiang kabel tidak dikerjakan secara serius oleh PLN ULP Kangean di Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. (Istimewa)

Sumenep – Dugaan pungli atas mahalnya biaya pasang Kilo Watt Hour (kWh) Meter di Kepulauan Kangean, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah menarik respon dari berbagai macam sudut.

Beberapa waktu lalu, Manajer Bagian Pemasaran PLN UP3 Pamekasan dan Manager PLN ULP Kangean angkat bicara soal kasus dugaan pungli ini, setelah itu disusul dengan kecaman yang diutarakan oleh salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Komisi A. Kini kasus tersebut juga telah mendapat respon dari Satuan Pengawasan Intern PT PLN (Persero) Kantor Pusat.

Menurut pengakuan MS selaku koordinator pelapor tentang dugaan pungli pemasangan kWh meter di Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, dirinya mendapat telepon dari Satuan Pengawasan Intern PT PLN (Persero) Kantor Pusat, pada Kamis malam (05/08/2021) kemarin, untuk menggelar rapat secara virtual melalui aplikasi Zoom Meetting, terkait bukti-bukti dugaan pungli yang ditemukan oleh MS.

“Kemarin ada tiga orang yang katanya pihak investigasi dari PLN, dan mereka itu minta daring sama saya selama satu jam lebih. Setelah itu saya diminta beberapa bukti terkait laporan saya ke PLN yang saya ajukan tanggal 27 Juli 2021,” ungkapnya, Senin (09/08/2021).

BACA JUGA:  Akibat Letusan Gunung Semeru, Pemkap Sumenep Akan Salurkan Bantuan Bagi Terdampak

Bukti-bukti yang dibeberkan oleh MS antara lain surat pernyataan masyarakat terkait mahalnya harga pemasangan kWh meter baru yang tidak sesuai dengan harga normal sebagaimana dicantumkan PT PLN.

Kedua, tidak adanya tiang listrik yang masuk ke pemukiman warga atau ke dusun-dusun. Selain itu juga tidak adanya bukti rincian pembiayaan (kuitansi) yang diberikan oleh pihak PLN setempat pada warga yang membeli atau memasang kWh meter.

“Saya diminta beberapa bukti terkait laporan ke PLN yang diajukan tanggal 27 Juli 2021. Seperti tiang yang belum masuk ke pemukiman warga, kabel yang disangkutkan ke pohon kelapa, intinya bukan tiang dari PLN, itu difoto terus dikirim. Mereka juga minta berkas kuitansi yang diberikan pihak PLN ke masyarakat yang sudah tersambung kWh. Akan tetapi karena memang di sini tidak di kasih kuitansi, maka saya jawab dengan surat pernyataan itu yang saya dapat dari masyarakat, karena masyarakat tidak dikasih kuitansi,” imbuhnya.

MS juga menuturkan bahwa pihak PLN Pusat sempat terkejut saat mengetahui mahalnya biaya pemasangan di Kepulauan Kangean. Sebab kata MS, antara biaya pasang kWh meter dan biaya instalasi itu berbeda.

Tinggalkan Balasan