Sumenep – Mengantisipasi lonjakan kasus campak yang kian mengkhawatirkan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep mengambil langkah cepat dengan menyiapkan ruang isolasi khusus bagi pasien campak. Fasilitas ini ditujukan untuk menekan penularan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan medis.
Informasi yang himpun jurnalis media ini, hingga 11 September 2025, jumlah suspek campak di Kabupaten Sumenep tercatat sebanyak 2.782 orang.
Dari jumlah tersebut, 2.688 pasien telah sembuh, sementara 20 pasien dilaporkan meninggal dunia. Saat ini, 74 orang, yang mayoritas adalah anak-anak, masih dirawat intensif.
Kepala RSUD dr. H. Moh. Anwar, dr. Erliyati, melalui Kasi Informasi Erfin Sukayati, menjelaskan bahwa sebagian besar pasien datang dalam kondisi yang sudah berat.
“Kebanyakan pasien tiba dengan komplikasi serius seperti broncho-pneumoni atau kejang-neurotik. Kondisi ini membutuhkan ruang perawatan khusus agar penanganannya lebih fokus dan aman,” ungkap Erfin, Kamis (11/09/2025).
Mayoritas pasien campak yang kini dirawat adalah balita dengan imunisasi yang belum lengkap. Faktor inilah yang membuat penyakit berkembang lebih parah dan berisiko tinggi terhadap keselamatan anak.
