MPLS Sekolah Rakyat Resmi Dimulai Serentak di 63 Titik, Gagasan Strategis Presiden Prabowo Dijalankan

Madurapers

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar turut memuji semangat lintas sektor dalam realisasi Sekolah Rakyat. “Ini langkah cepat yang luar biasa dan terbukti semua bisa kita lakukan, semua kementerian terlibat, semua bergerak cepat,” ujar Muhaimin.

Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan gratis berasrama mulai dari SD hingga SMA. Selain pelajaran formal di siang hari, siswa akan menjalani pendidikan karakter, kepemimpinan, dan nilai-nilai agama di malam hari.

Kurikulum Sekolah Rakyat dilengkapi dengan learning management system yang terintegrasi dengan modul digital. Sistem ini dirancang untuk menjangkau anak-anak di wilayah terpencil dan terabaikan dari layanan pendidikan bermutu.

Sebelum MPLS dimulai, seluruh siswa menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk memastikan kesiapan fisik dan mental mereka. Fasilitas ini mencakup pemeriksaan tekanan darah, pendengaran, penglihatan, dan kesehatan umum lainnya.

Sebanyak 37 titik tambahan akan memulai MPLS pada akhir Juli 2025, melengkapi total 100 titik Sekolah Rakyat yang mulai beroperasi tahun ini. Sementara itu, 100 titik lain sedang disiapkan menggunakan balai latihan kerja milik Kementerian Ketenagakerjaan.

Dengan 200 titik operasional, Sekolah Rakyat akan melayani lebih dari 20.000 siswa dari keluarga miskin. Tak hanya anak-anak yang diberdayakan, orang tua mereka juga akan menerima program pemberdayaan ekonomi agar dampak keberlanjutan dapat tercapai.

Acara pembukaan MPLS di Bogor turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Menteri PANRB Rini Widyantini, Menkes Budi Gunadi Sadikin, serta tokoh pendidikan nasional Prof Muhammad Nuh. Keterlibatan para tokoh ini menunjukkan dukungan menyeluruh terhadap misi pendidikan transformasional ini.