Pihaknya menambahkan, jika pemakaian rute tersebut bagus dan tingkat penumpang melebihi 70 persen maka bisa ditargetkan akan ada penambahan frekuensi dalam satu Minggu pada tahun yang akan datang.
“Rute baru Penerbangan Sumenep-Banyuwangi ini sangat berpotensi progres,” imbuhnya.
Dibukanya rute Sumenep-Banyuwangi tersebut, menurutnya tak lain banyak orang Sumenep yang tinggal dan bermukim di Bumi Blambangan.
Dia menambahkan, terdapat 25 (dua puluh lima) kecamatan di Banyuwangi yang mendominasi masyarakatnya berasal dari Madura.
“Semoga bisa menjangkau seluruh Kebutuhan masyarakat di Banyuwangi, khususnya Kabupaten Sumenep umumnya Pulau Madura,” harapannya.
Kedepannya, lanjut Qodri, Pemkab Banyuwangi telah merencanakan program tentang penerbangan perintis Banyuangi-Sumenep dan sebaliknya.
“Saat ini tengah digalakkan sosialisasi kepada masyarakat melalui Camat di Banyuwangi. Dengan harapan bisa menggunakan jasa penerbangan ke Madura,” ungkapnya.
Pihaknya berharap, agar Sumenep juga bisa menerapkan program yang sudah berjalan seperti Banyuwangi.
“Informasi yang saya dapat, katanya Pemkab Sumenep akan melaksanakan kunjungan ke Banyuwangi, agar penerbangan ini banyak manfaatnya selain masalah keperintisan itu sendiri,” tandasnya.
