Jadi, secara etimologi istilah “ndasmu etik”, menurut Wahyudi, artinya adalah, “kepalamu (atau otakmu) bernilai dan berakhlak”. Orang yang dikenakan (objek, red.) istilah “ndasmu etik” bisa mengandung makna adalah orang yang berbudi luhur dan berkomitmen pada norma agama, masyarakat, dan hukum.
Namun, ketika istilah “ndasmu etik” dikaitkan dengan konstestasi politik Pilpres 2024, kata Wahyudi, maka maknanya bisa berbeda. Dalam perspektif bahasa pergaulan di masyarakat Jawa istilah “ndasmu” lazim digunakan untuk pengungkapan perasaan “kekecewaan, ketidaksetujuan, dan candaan”.
Dengan demikian, menurutnya, istilah “ndasmu etik” yang diungkapkan Prabowo Capres Nomor Urut 2 (Dua) bisa bermakna banyak atau majemuk. Pertama, bermakna “ungkapan kekecewaan Prabowo terhadap pertanyaan Anies (Anies, Capres Nomor Urut 1 dalam Pilpres 2024, red.) di Debat Pertama Capres 2024”.
Kedua, bermakna “ungkapan ketidaksetujuan Prabowo terhadap pertanyaan Anies di Debat Pertama Capres 2024”. Ketiga, bermakna “ungkapan candaan Prabowo terhadap pertanyaan Anies di Debat Pertama Capres 2024”.
Itulah, ungkap Wahyudi, makna istilah “ndasmu etik” jika dikaitkan dengan kontestasi Pilpres 2024. Terlepas dari positif atau tidaknya ungkapan istilah itu, kata Wahyudi,” Yang jelas istilah ‘ndasmu etik’ diucapkan Proabowo untuk mengungkapkan perasaannya terhadap pertanyaan Anies di Debat Capres 2024 terkait ‘perasaan Prabowo terhadap pelanggaraan etik (di Mahkamah Konstutusi (MK), red.)’.”
Ungkapan itu, kata Wahyudi,” Bisa bermakna sebagai ungkapan perasaan Prabowo yang kecewa, tidak setuju, atau bercanda terhadap pertanyaan Anies di Debat Capres 2024 terkait ‘pelanggaran etika’. Selebihnya silahkan disimpulkan sendiri tentang makna sesungguhnya ungkapan ‘ndasmu etik’ Prabowo tersebut.”
