Ada 5 penekanan Kapolda Jatim dalam sambutannya. Pertama, anggota diperintahkan untuk melakukan mapping terhadap lokasi-lokasi yang rawan terjadi penumpukan massa, rawan kecelakaan, kemacetan dan pelanggaran lalu lintas.
Kedua, dalam pelaksanaan operasi agar mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara edukatif dan humanis, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Ketiga, berdayakan sumber daya operasi untuk membantu pemerintah dalam kegiatan pencegahan penyebaran Covid-19 melalui kegiatan sosialisasi protokol kesehatan, peningkatan kegiatan 3T dan perluasan vaksinasi.
Keempat, peserta Operasi Patuh Semeru tidak diperbolehkan melakukan tindakan kontraproduktif yang dapat menurunkan citra Polri.
Kelima, anggota yang mengikuti Operasi Patuh Semeru 2021 selalu menjaga kesehatan dan tetap mempedomani protokol kesehatan dalam melaksanakan tugas agar para anggota yang bertugas di lapangan dapat menjalankan tugas secara optimal. Lain daripada itu, seluruh anggota diperintahkan untuk melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab agar Polri yang presisi bisa terwujud.
“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa memberikan bimbingan dan perlindungannya kepada kita semua dalam melanjutkan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara” pungkas Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz S.IK, M.Si.
Perlu diketahui, Operasi Patuh Semeru (OPS) Tahun 2021 dalam bentuk keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) akan berlangsung selama 14 hari, mulai tanggal 20 September sampai tanggal 3 Oktober 2021, di seluruh Wilayah Jawa Timur. Kegiatan tersebut mengedepankan edukatif dan persuasif serta humanis dalam meningkatkan simpati masyarakat terhadap Polisi lalu lintas (Polantas) guna memutus penyebaran virus Covid-19.
