Potret Pengangguran di Surabaya 2021

Ilustrasi pengangguran lagi memikirkan peluang/kesempatan kerja

Surabaya – Pengangguran di Kota Surabaya tahun 2021 mengalami penurunan. Kondisi ini berbeda dengan angka pengangguran tahun 2020, dimana pada bulan Agustus 2020 mengalami peningkatan 3,91 persen poin dibandingkan dengan bulan Agustus 2019.

Infomasi ini terungkap dalam data Keadaan Ketenagakerjaan Kota Surabaya Agustus 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya 25 November 2021, Rabu (26/1/2022).

Jumlah pengangguran di Surabaya pada bulan Agustus 2021 mencapai 152,2 ribu jiwa. Dibandingkan dengan bulan Agustus 2020, jumlah pengangguran tersebut menurun sebesar 2,0 ribu jiwa. Pada bulan Agustus 2020 jumlah pengangguran di Surabaya mencapai 154,8 ribu jiwa.

Besarnya pengangguran tersebut, yang dapat dilihat pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), kondisinya pada bulan Agustus 2021 mencapai 9,68 persen dari penduduk angkatan kerja yang mencapai 1,5 juta jiwa.

Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,11 persen poin dibandingkan dengan kondisi bulan Agustus 2020, dimana TPTnya mencapai 9,79 persen dari penduduk angkatan kerja yang mencapai 1,5 juta jiwa.

Penurunan angka TPT ini terjadi pada TPT semua jenis kelamin. TPT laki-laki menurun sebesar 0,02 persen poin dan TPT perempuan menurun sebesar 0,30 persen poin dibandingkan dengan bulan Agustus 2020.

BACA JUGA:  Menkeu Barharap Hubungan antara Pemerintah dan Perbankan Harmonis

Pada bulan Agustus 2020 TPT laki-laki mencapai 10,79 persen dan TPT perempuan mencapai 8,37 persen, sedangkan pada bulan Agustus 2021 TPT laki menurun menjadi 10,77 persen dan TPT perempuan menurun menjadi 8,07 persen.

Meski tren-nya demikian, karena pandemi COVID-19 mempengaruhi terhadap kondisi ketenagakerjaan sehingga pengangguran tetap bercokol di Kota Pahlawan ini pada bulan Agustus 2021. Penduduk usia kerja yang terkena dampak langsung akibat pandemi COVID-19 tersebut mencapai 394,6 ribu jiwa atau 16,89 persen.

Penduduk angkatan kerja terdampak mencapai 391,3 ribu (99,15 persen) orang/jiwa dan penduduk bukan angkatan kerja mencapai 3,3 ribu (0,85 persen) orang/jiwa.

Dampaknya pada penduduk angkatan kerja: 42,2 ribu (10,79 persen) orang/jiwa menjadi pengangguran, 20,1 ribu (5,16 persen) orang/jiwa sementara tidak bekerja, dan 328,8 ribu (88,33 persen) orang/jiwa mengalami pengurangan jam kerja.

Faktor yang menjadi pendorong utama terhadap penurunan TPT bulan Agustus 2021 tersebut karena terjadi penurunan TPT perempuan yang mencapai 0,30 persen poin.

Berdasarkan tingkat pendidikan yang ditamatkan, TPT SD ke bawah dan perguruan tinggi mengalami peningkatan. TPT SD ke bawah sebesar 3,57 persen poin dan TPT perguruan tinggi hanya sebesar 0,48 persen poin. Jenjang pendidikan lainnya menurun, yakni TPT SMP sebesar 3,33 persen poin, TPT SMA sebesar 0,08 persen poin, dan TPT SMK sebesar 1,88 persen poin.

BACA JUGA:  Kasus Covid-19 di Sumenep Menurun, Ketersediaan Dosis Vaksin Masih Tinggi

Tinggalkan Balasan