Pada bulan Agustus 2020 TPT laki-laki mencapai 10,79 persen dan TPT perempuan mencapai 8,37 persen, sedangkan pada bulan Agustus 2021 TPT laki menurun menjadi 10,77 persen dan TPT perempuan menurun menjadi 8,07 persen.
Meski tren-nya demikian, karena pandemi COVID-19 mempengaruhi terhadap kondisi ketenagakerjaan sehingga pengangguran tetap bercokol di Kota Pahlawan ini pada bulan Agustus 2021. Penduduk usia kerja yang terkena dampak langsung akibat pandemi COVID-19 tersebut mencapai 394,6 ribu jiwa atau 16,89 persen.
Penduduk angkatan kerja terdampak mencapai 391,3 ribu (99,15 persen) orang/jiwa dan penduduk bukan angkatan kerja mencapai 3,3 ribu (0,85 persen) orang/jiwa.
Dampaknya pada penduduk angkatan kerja: 42,2 ribu (10,79 persen) orang/jiwa menjadi pengangguran, 20,1 ribu (5,16 persen) orang/jiwa sementara tidak bekerja, dan 328,8 ribu (88,33 persen) orang/jiwa mengalami pengurangan jam kerja.
Faktor yang menjadi pendorong utama terhadap penurunan TPT bulan Agustus 2021 tersebut karena terjadi penurunan TPT perempuan yang mencapai 0,30 persen poin.
Berdasarkan tingkat pendidikan yang ditamatkan, TPT SD ke bawah dan perguruan tinggi mengalami peningkatan. TPT SD ke bawah sebesar 3,57 persen poin dan TPT perguruan tinggi hanya sebesar 0,48 persen poin. Jenjang pendidikan lainnya menurun, yakni TPT SMP sebesar 3,33 persen poin, TPT SMA sebesar 0,08 persen poin, dan TPT SMK sebesar 1,88 persen poin.
