Profil Ringkas Kemiskinan di Bangkalan 2021

Gubuk Rumah Tangga Miskin di Bangkalan

Bangkalan – Angka kemiskinan di Kabupaten Bangkalan meningkat positif (signifikan) pada tahun 2021. Penduduk dan rumah tangga miskin kabupaten ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan kabupaten lain di Madura, Sabtu (15/1/2022).

Lalu, bagaimana profil kemiskinan di Kabupaten Bangkalan? Berikut informasi tersebut yang dihimpun oleh Tim Redaksi Madurapers dari Berita Resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangkalan tahun 2021.

Penduduk miskin di Kabupaten Bangkalan per bulan Maret 2021 mencapai 215,97 ribu orang. Jumlah ini bertambah 29,86 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2019 dan bertambah sebesar 11,97 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2020.

Persentase penduduk miskin pada Maret 2021 mencapai 21,57 persen. Dibandingkan dengan kondisi Maret 2019 meningkat sebesar 2,67 persen dan kondisi Maret 2020 meningkat sebesar 1,01 persen.

Garis Kemiskinannya pada bulan Maret 2021 sebesar 432,04 ribu per kapita per bulan. Dibandingkan dengan kondisi Maret 2019 bertambah sebesar 42.88 ribu per kapita per bulan atau meningkat sebesar 11,02 persen dan Maret 2020 bertambah sebesar 13.14 per kapita per bulan atau meningkat sebesar 3,14 persen.

BACA JUGA:  Anggota Banggar Kritik Rancangan Perubahan KUA-PPAS Bangkalan Tahun 2021

Indeks Kedalaman Kemiskinannya pada bulan Maret 2021 sebesar 3,51. Dibandingkan dengan kondisi Maret 2019 mengalami penurun sebesar 0,49 poin dan kondisi Maret 2020 mengalami penurunan sebesar 0,74 poin.

Indeks Keparahan Kemiskinannya Maret 2021 sebesar 0,86. Dibandingkan dengan kondisi Maret 2019 mengalami penurunan sebesar 0,22 poin dan kondisi Maret 2020 mengalami penurunan sebesar 0,43 poin.

Karakteristik demografisnya, persentase keluarga miskin mayoritas kepala keluarganya laki-laki (87,27 persen). Rata-rata jumlah anggota rumah tangganya banyak, yakni sebesar 4 orang lebih. Kepala rumah tangganya berusia lebih tua (51 tahun lebih) daripada rumah tangga tidak miskin.

Mayoritas penduduk miskin usia 15-44 tahun melek huruf dengan persentasenya mencapai 97,90 persen. Demikian juga halnya dengan partisipasinya pada pendidikan, mayoritas Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Jenis pekerjaan kepala rumah tangga miskin sebagian besar bekerja di sektor informal. Sektor lapangan usaha yang digeluti sebagian besar di sektor lapangan usaha pertanian.

Kondisi rumah tangga miskin cukup padat, yakni dengan luas lantai rumah per kapitanya mencapai 13,76 meter persegi dihuni oleh 4 orang. Jenis lantainya sebagian besar tidak berlantai tanah, sebagian besar memiliki akses terhadap layanan sumber minum air layak, dan hanya 27,43 persen yang memiliki akses terhadap layanan sanitasi layak.

BACA JUGA:  Himahisya UTM Gelar Penutupan Lomba Nasional, Begini Harapannya

Rumah tangga miskin ini sebesar 36,56 persen merupakan penerima BPNT/sembako selama November 2020-Februari 2021.

Pengeluaran rumah tangga miskin tersebut sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan makan. Rata-rata konsumsi kalori per kapita sehari 1,38 kkal dan 36,54 persen mengkonsumsi protein.

Selain itu, pengeluaran rumah tangga miskin untuk kebutuhan merokok. Namun, pengeluaran per kapita seharinya lebih rendah daripada rumah tangga tidak miskin.

Respon (2)

Tinggalkan Balasan