Pulau Jawa Pusat Konsentrasi Penduduk Indonesia

Penduduk Indonesia
Foto Sebaran Penduduk di Tahun 2020 (Sumber: BPS RI, 2021)

Jakarta – Penduduk Indonesia di tahun 2020 menurut data Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI, 2021) mencapai 270,20 juta jiwa.

Dibandingkan dengan sensus penduduk tahun 2010, pada tahun 2020 terdapat penambahan penduduk Indonesia sebanyak 32,56 juta jiwa. Rata-rata peningkatannya setiap tahun sebesar 3,26 juta jiwa.

Kepadatan penduduk di tahun tersebut mencapai 141 jiwa per kilometer persegi dengan luas daratan Indonesia sebesar 1,92 juta kilometer persegi.

Angka ini meningkat daripada hasil sensus penduduk tahun 2010. BPS RI mencatat di tahun 2020 kepadatan penduduk Indonesia sebanyak 124 jiwa per kilometer persegi dan tahun 2010 mencapai 107 jiwa per kilometer persegi.

Dari total penduduk Indonesia tersebut, ternyata sebarannya tidak merata atau proporsional di seluruh pulau di Indonesia. Meski luas wilayahnya lebih sempit dari pulau di luar Pulau Jawa, sebaran penduduk masih dominan di Pulau Jawa.

Dengan demikian, sebaran penduduk Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Penghuni di pulau ini mencapai 151,59 juta jiwa atau 56,10% dari jumlah total penduduk Indonesia.

BACA JUGA:  Kebijakan CHT dan DBH CHT Pemerintah

Sebaran penduduk di pulau lain secara berurutan di Pulau Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali-Nusa Tenggara, dan Maluku-Papua.

Penduduk di Pulau Sumatera sebanyak 58,56 juta orang atau 21,68% dari jumlah total penduduk Indonesia.

Di Pulau Sulawesi sebaran penduduknya hanya sebesar 7,36%, Pulau Kalimantan hanya sebesar 6,15%, wilayah Bali-Nusa Tenggara hanya sebesar sebesar 5,54%, dan Maluku-Papua hanya sebesar 3,17%.

Mengikuti pendapatan BPS RI bahwa penduduk usia produktif (Generasi Z dan Milenial) berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, menurut Wahyudi Peneliti dari Lembaga studi Perubahan dan Demokrasi (LsPD), maka peluang pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial masyarakat tentu akan terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Mensikapi potensi kesenjangan tersebut, Wahyudi berharap pemerintah dan kalangan terkait lain agar mendorong percepatan pembangunan di luar Pulau Jawa.

Hal ini krusial agar sebaran penduduk, kegiatan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat tidak terkonsentrasi di Pulau Jawa. Oleh karenanya, nilai keadilan sosial—khususnya keadilan distributif—dalam Pancasila terimplementasi dengan baik.

Tinggalkan Balasan