Serapan Garam Petani Masih Minim, PT GARAM Memilih Impor

Hubungan Masyarakat (Humas) PT. Garam (Persero), Mifathul Arifin. (Sumber Foto: Fauzi)

Sumenep – Pulau Madura sering disebut sebagai pulau garam. Sejumlah fakta serta data yang menahbisan Pulau Madura sebagai salah satu daerah penghasil garam terbesar di Indonesia.

Madura yang dianggap sebagai penghasil garam terbesar di Indonesia itu, ternyata masih belum memenuhi kebutuhan garam nasional pada tahun 2021.

Hal itu disampaikan langsung oleh Hubungan Masyarakat (Humas) PT. Garam (Persero), Mifathul Arifin saat ditemui oleh jurnalis madurapers.com pada Rabu (19/1/22).

Pihaknya menyampaikan bahwa kebutuhan garam nasional mencapai 1,5 sampai 2 juta ton garam. Sedangkan garam yang diproduksi oleh PT. Garam masih 180 ribu ton pada tahun 2021.

“Kebutuhan garam nasional ini tidak seimbang dengan garam yang kami produksi,” ungkap Miftahul Arifin kepada media ini.

Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan garam industri, dirinya mengaku melakukan impor garam dari luar negeri.

Berkurangnya produksi garam tak lain karena garam dari petani hanya mencapai 500 ribu ton pada tahun 2021.

“Tahun 2021, hasil yang kita dapatkan tidak terlalu banyak, karena memang curah hujan tinggi yang diakibatkan oleh fenomena Lanina,” paparnya.

BACA JUGA:  Begini Aturan Terbaru Penjualan Ikan ke Luar Sumenep

Untuk target tahun 2022, lanjut Miftahul Arifin, merencanakan sebanyak 350 ribu ton garam.

“Juga fokus ke garam olahan dan pemasaran. Serta pengembangan garam baru, yaitu garam kumur,

garam pencuci buah, dan garam gamspa,” jelasnya.

Ditanya soal serapan untuk petani garam, pihaknya menjelaskan bahwa kualitas garam petani tidak konsisten. Ada beberapa masuk katagori tapi tidak seragam,

“Kadang masuk dan belum. Jadi industri lebih amannya garam impor, untuk industri ya,” ungkapnya.

“Tapi untuk konsumsi nggak, konsumsi dari produksi kita, kita masih mencukupi bisa diserap oleh rakyat,” sambungnya.

Sedangkan untuk daerah yang menghasilkan garam adalah Gersik Putih, Sumenep, Pamekasan, Sampang,

“Jadi ada empat daerah yang memproduksi hasil garam,” singkatnya.

Dirinya berharap untuk tahun 2022, cuaca mendukung untuk meningkatkan produksi petani garam.

“Jika garam rakyat bagus kualitasnya, akan diterima oleh industri,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan