Tokoh  

Abbas Ibn Firnas, Polymath Insinyur Penemu

Foto Ilustrasi Abbas Ibn Firnas (Sumber: Ajib, 2017)

Abbas Ibn Firmas merupakan salah satu seorang Polymath Insinyur Penemu. Dia dikenal juga dengan nama Abu Al-Qasim Abbas Ibn Firnas Ibn Wirdas Al-Takurini, Abu aL-Qāsim Abbas Ibn Firnas, dan Armen Firman.

Abbas Ibn Firnas lahir dari keluarga Musim di Izn-Rand Onda (Ronda), Al-Andalusia pada tahun 810 M. Dia meninggal dunia di usia 77 tahun di Cardova pada tahun 887 M. Kota Izn-Rand Onda dan Cardova merupakan daerah bagian dari kuasaaan Kekhalifahan Al-Andalusia Cordova.

Dia berasal dari etnis Afrika Utara, keturunan Berber dan namanya berasal dari kata ‘Afernas’. Nama ini merupakan nama umum di negara Maroko dan Aljazair, banua Afrika, saat ini.

Semasa mudanya, Abbas Ibn Firnas belajar ilmu kedokteran dan astrologi, tetapi dia lebih tertarik ilmu teknik dan membuat penemuannya sendiri. Selain itu, dia juga menyukai musik klasik Andalusia dan puisi Arab.

Hal ini bisa dinikmati olehnya karena ketika itu Al-Andalusia menjadi pusat pembelajaran bagi para insinyur, arsitek, dan ilmuwan. Sementara Cordova dan Baghdad menjadi pusat budaya kembar seni dan sains Islam.
Abbas Ibn Firnas disebut sebagai Polymath Insinyur Penemu karena dia merupakan seorang penemu, insinyur, penerbang, dokter, penyair Arab, dan musisi Andalusia terkenal yang tinggal di Emirat Cordova (sekarang Spanyol) di abad ke-8.

BACA JUGA:  Plato Bapak Filsafat Barat

Dia dikenal sebagai orang pertama yang berhasil mendemonstrasikan penerbangan. Dalam demonstrasinya, dia berhasil melompat dari tebing yang tinggi dengan mesin terbangnya yang terbuat dari bingkai bambu yang ditutupi dengan kain sutra dan bulu burung.

Pada demonstrasi penerbagan tersebut, dia berhasil terbang tinggi selama sekitar 10 menit, tetapi sayang pendaratannya tidak normal sehingga mengakibatkan terjadi kecelakaan. Menurut berbagai sumber, akibat pendaratan darurat tersebut punggungnya terluka.

Belajar dari pengalaman tersebut, dia kemudian mengkaji lebih dalam lagi kegagalannya dalam pendaratan terbangnya. Kajian ini termasuk bidang kajian avionik. Berdasarkan hasil kajiannya selama 12 tahun, dia kemudian bersekimpulan bahwa selain sayap, untuk terbang dibutuhkan ekor yang berfungsi sebagai kemudi untuk mengendalikan penerbangan.

Demonstrasi dan kajiannya Abbas Ibn Firnas tersebut menginspirasi banyak orang berusaha untuk terbang, termasuk Leonardo Da Vinci dan Wright bersaudara. Namun yang berhasil gemilang adalah Wright bersaudara.

Demonstrasi dan kajiannya Abbas Ibn Firnas tersebut memberikan kontribusi besar atas keberhasilan mesin terbang Wright bersaudara pada tahun 1903.

BACA JUGA:  Al Khawarizmi, Bapak Matematika Dunia

Selain usahanya untuk terbang, dia juga dikenal sebagai ilmuan yang memiliki banyak penemuan. Penemuan ini diantaranya adalah kaca bening, lensa, jam air, alat untuk memotong kristal batu, kajian astronomi dan perancang planetarium mekanis.

Di bidang lain, Abbas Ibn Firnas mengabdikan hidupnya untuk sains dan menulis banyak buku tentang matematika, fisika, astronomi, dan teknik. Karya ilmiahnya ini diajarkan di Universitas Al-Andalusia.

Prestasinya yang gemilang tersebut, membuat namanya menjadi nama bandara di Baghdad, Irak, nama jembatan di atas Sungai Guadalquivir di Cordova, Spanyol, dan negara Libya membuat perangko untuk menghormatinya.

Tinggalkan Balasan