Akibat Sering Berpakain Sexi, Waria di Ketapang Meresahkan Warga

Ulama dan Tokoh Masyarakat Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Mendatangi Kantor Kecamatan Ketapang (Sumber Foto: Anaf)

Sampang – Ulama dan tokoh masyarakat (Tomas) menggelar pertemuan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bertempat di Kantor Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Ketapang, Madura Jawa Timur, Senin (03/01/2022) kemarin.

Dalam pertemuan itu, para ulama dan tokoh masyarakat meminta kepada Camat Ketapang untuk mendata para Waria (Bencong) yang selama ini dinilai telah meresahkan masyarakat setempat dengan berapkaian yang sangat menyolok dan sexi seperti menyerupai wanita.

Menurut KH. Nurul Tajalla, yang juga sebagai pengasuh Pondok Pesantren Fadhilatul Qur’an, Ketapang mengatakan, bahwa pihaknya meminta kepada Forkopimcam Kecamatan Ketapang segera untuk mendata keberadaan para waria yang menyolok dan merubah kodrat seperti wanita, bahkan meresahkan masyarakat setempat.

“Ini demi kebaikan masyarakat Ketapang. Kami para ulama siap untuk memberikan pembinaan secara islami kepada seluruh waria. Agar mereka bisa mengubah perilaku dan cara berpakaian yang selama ini sangat bertentangan dengan hukum syariat Islam,” katanya.

“Semoga Allah memberikan Hidayah kepada para Waria yang selama ini banyak membuka usaha salon kecantikan di Ketapang dan sekitarnya agar lebih sopan dalam berpakaian seperti seorang laki – laki hingga tidak merupai seorang perempuan,” tandasnya.

BACA JUGA:  Gelar Apel Pagi, Kapolres Perintahkan Kepada Anggotanya Hindari Narkotika

Sementara itu, Camat Ketapang, Didik Adi Pribadi AP saat dikonfirmasi awak media mengatakan, bahwa kedatangan para ulama dan tokoh masyarakat tidak ada lain tujuannya, memberikan saran dan masukan kepada Forkopimcam Kecamatan Ketapang. Agar segera mendata keberadaan para waria setempat.

“Kami akan melakukan koordinasi keberadaan semua waria dan akan segera mendata yang ada di wilayah Kecamatan Ketapang, bahkan mengundang mereka pertemuan kedua kalinya bersama para ulama dan tokoh masyarakat nanti,” pungkasnya, Selasa, (04/01/2022).

Tinggalkan Balasan