Apa dan Resiko Asap (Rokok) Tangan Ketiga?

Madurapers
Ilustrasi Bahaya "Asap (Rokok) Tangan Ketiga"

Meskipun istilah ini relatif baru, asap (rokok) tangan ketiga telah menjadi topik penelitian selama beberapa dekade. Ini pertama kali ditemukan pada tahun 1953, ketika seorang ilmuwan dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis, USA, menemukan bahwa kondensat asap tembakau—atau cairan dari kondensasi gas—yang dicat pada tikus menyebabkan kanker.

Dalam sebuah studi tahun 1991, para peneliti menumukan nikotin dalam debu rumah perokok. Sebuah studi  kemudian, yang dilakukan pada tahun 2004, menemukan bahwa nikotin masih ada di rumah-rumah di mana perokok mencoba membatasi paparan, seperti merokok di luar ruangan.

Sebuah studi tahun 2008, membandingkan mobil perokok dengan kendaraan non-perokok menunjukkan hasil yang sama, bahkan menemukan bahwa dashboard mobil yang dikendarai oleh perokok yang melarang merokok di kendaraan mereka memiliki residu tembakau.

Istilah “asap (rokok) tangan ketiga” menjadi dikenal luas ketika digunakan dalam makalah tahun 2009 yang diterbitkan di Pediatrics. Di dalam makalah ini, penulis berteori bahwa menekankan potensi bahaya asap (rokok) tangan ketiga bagi kesehatan anak-anak dapat membantu membujuk orang dewasa untuk berhenti dari kebiasaan itu (merokok).

Anak-anak sangat rentan terhadap paparan asap (rokok) tangan ketiga karena mereka bernapas, merangkak dan bermain, menyentuh, dan mulut terkontaminasi di dekat permukaan barang-barang yang terkena asap (rokok) tangan ketiga. Untuk mengurangi risiko pada anak-anak, American Academy of Pediatricians mengeluarkan rekomendasi untuk membatasi anak-anak terkena paparan asap tesebut.

“Ini adalah sesuatu yang sangat penting untuk diketahui perokok karena ini bisa menjadi insentif bagi mereka untuk berhenti merokok demi diri mereka sendiri dan orang yang mereka cintai. Kesadaran terhadap asap (rokok) tangan ketiga dapat membantu para perokok menyadari bahwa bukan hanya dirinya yang berpotensial mengalami bahaya, “kata Bechara.

Meskipun belum ada penelitian yang dilakukan tentang efek asap (rokok) tangan ketiga pada manusia, tetapi ada penelitian yang menunjukkan bahwa tikus yang terpapar asap rokok memiliki peluang lebih besar terkena kanker paru-paru.

“Hal penting untuk diketahui adalah bahwa ada risiko dan risiko ini dapat mempengaruhi kesehatan orang tertentu, termasuk masalah kesehatan seperti kanker, paru-paru, kerusakan hati, dan diabetes,” kata Bechara.