Begini Aturan Terbaru Penjualan Ikan ke Luar Sumenep

Seorang kuli angkut ikan saat membawakan hasil tangkapan ikan di pasar ikan Ambunten Sumenep. (Sumber Foto: Istimewa)

Sumenep – Kebupaten Sumenep adalah salah satu Kabupaten yang terletak di ujung timur pulau Madura. Luas daerah Kabupaten Sumenep adalah 2.093.457573 KM2, yang terdiri dari luas daratan 1.146,927065 KM 2 (54,79%) dan luas kepulauan 946.530508 KM 2 (45,21%).

Terdapat 126 pulau, jumlah pulau berpenghuni di Kabupaten Sumenep hanya 48 pulau atau 38%, sedangkan pulau yang tidak berpenghuni sebanyak 78 pulau atau 62%.

Pulau paling utara adalah Pulau Karamian yang terletak di Kecamatan Masalembu dengan jarak ±151 mil laut dari Pelabuhan Kalianget, dan pulau yang paling timur adalah Pulau Sakala dengan jarak ±165 miI laut dari Pelabuhan Kalianget.

Kabupaten Sumenep memiliki luas wilayah perairan ± 50.000 KM2. Dengan demikian berpotensi penghasilan ekonomi masyarakat mayoritas bersumber dari laut.

Bahkan, tak jarang ikan dari perairan Sumenep masuk dalam ekspor. Sebut saja Kepulauan Sapeken yang dikenal dengan seperti ikan kerapu, lobster, dan lainnya.

Meskipun wilayah Sapeken masuk ke dalam wilayah Sumenep, akan tetapi serapan atau penjualan ikan oleh penduduk setempat bukan ke Sumenep, tetapi ke daerah Bali dan sekitarnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Sumenep, Edie Ferrydianto mengakui sempat kebingungan dalam memberikan solusi terhadap para nelayan yang ada di kepulauan.

BACA JUGA:  Akibat Letusan Gunung Semeru, Pemkap Sumenep Akan Salurkan Bantuan Bagi Terdampak

Menurutnya, jarak tempuh dari Sapeken ke Sumenep lebih dekat dengan Bali. Kurang lebih 4 jam menuju ke Bali, sedangkan ke Sumenep justru memakan waktu 48 jam alias dua hari.

“Ikan-ikan kita banyak masuk ke daerah Bali. Ya susah karena kita harus lewat sumenep mereka yang punya dana kan kalau dijual lewat sumenep biaya ongkos mahal kecuali memang dijual di pulau terdekat Sapeken,” paparnya, Rabu (22/12/21).

Akibat dari penjualan ikan para nelayan dari perairan Sumenep ke daerah Provinsi Bali itu. Tak jarang Pemerintah Bali mengakui ikan-ikan tersebut berasal dari pulau Dewata.

Tinggalkan Balasan