Bupati Sumenep Tidak Tegas Mengenai Ancaman Pembunuhan oleh Kasatpol PP

Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi saat   diwawancarai oleh sejumlah awak media (Sumber foto: Fauzi)

Sumenep – Setelah viral rekaman audio Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) tentang ancaman pembunuhan hingga catut nama Bupati Sumenep kini telah mendapat respon dari berbagai pihak. Kamis (18/11/21).

Rekaman berdurasi 5 menit 13 detik diketahui bahwa Kasatpol PP Sumenep, Purwo Edi Prawito marah-marah hingga mengancam akan membunuh 3 anggotanya yang bertugas sebagai sopir.

Tidak hanya itu saja, Purwo juga catut nama Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, dengan lantang dirinya mengaku tidak takut meski anak buahnya itu bekingan Bupati.

Menanggapi peristiwa yang tak pantas itu, beberapa waktu lalu, Inspektorat Sumenep hanya bersikap acuh tak acuh terhadap rekaman audio yang sempat menggegerkan masyarakat tersebut.

Padahal, Inspektorat adalah lembaga yang  memiliki wewenang melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah.

Anehnya lagi, Inspektorat setempat akan  proses penegakan disiplin akan dilakukan jika ada arahan atau aduan dari masyarakat.

“Kita bisa proses itu jika ada aduan dari masyarakat”, kata Supardi, Inspektur Pembantu I Inspektorat Sumenep, Selasa (16/11/21) kemaren.

BACA JUGA:  Sebanyak 154 SD di Sumenep Tidak Memiliki Kepala Sekolah

Selain itu, tindakan Purwo dalam  rekaman audio yang sempat viral karena ancaman pembunuhan itu hanya ditanggapi biasa dan seolah-olah dibiarkan begitu saja oleh Pemkab Sumenep

Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi secara internal.

“Nanti, pasti setelah Pak Pur selesai diklat, tentu kita akan panggil. Saat ini biarkan beliaunya fokus dulu”, katanya sambil tersenyum sumringah saat dimintai keterangan oleh jurnalis madurapers.com, Kamis (18/11/21).

Menurut orang nomer satu di Sumenep itu, pemimpin harus menjaga attitute-nya kepada siapapun, termasuk kepada anak buahnya sendiri.

“Jadi, mau anak buahnya salah, mau anak buahnya ngeselin, itu dipanggil dan disampaikan secara baik-baik. Jadi pemimpin itu harus mampu mengolah emosi”, jelasnya.

Pihaknya juga memberikan teguran kepada anak buahnya Purwo, yang dalam hal ini menjadi objek ancaman pembunuhan. Pasalnya, tindakan tersebut dianggap melanggar aturan.

“Jika pimpinan bicara, gak boleh direkam apalagi diviralkan, itu gak boleh, itu melanggar aturan namanya”, tungkasnya.

Tinggalkan Balasan