Selain itu, tindakan Purwo dalam rekaman audio yang sempat viral karena ancaman pembunuhan itu hanya ditanggapi biasa dan seolah-olah dibiarkan begitu saja oleh Pemkab Sumenep
Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi secara internal.
“Nanti, pasti setelah Pak Pur selesai diklat, tentu kita akan panggil. Saat ini biarkan beliaunya fokus dulu”, katanya sambil tersenyum sumringah saat dimintai keterangan oleh jurnalis madurapers.com, Kamis (18/11/21).
Menurut orang nomer satu di Sumenep itu, pemimpin harus menjaga attitute-nya kepada siapapun, termasuk kepada anak buahnya sendiri.
“Jadi, mau anak buahnya salah, mau anak buahnya ngeselin, itu dipanggil dan disampaikan secara baik-baik. Jadi pemimpin itu harus mampu mengolah emosi”, jelasnya.
Pihaknya juga memberikan teguran kepada anak buahnya Purwo, yang dalam hal ini menjadi objek ancaman pembunuhan. Pasalnya, tindakan tersebut dianggap melanggar aturan.
“Jika pimpinan bicara, gak boleh direkam apalagi diviralkan, itu gak boleh, itu melanggar aturan namanya”, tungkasnya.
