Pakistan dan Bangladesh menghadapi tekanan demografis tinggi. Bangladesh, dengan 1.350 jiwa/km², menjadi salah satu negara paling padat di dunia.
Nigeria dan Ethiopia menunjukkan lonjakan populasi di Afrika Sub-Sahara. Nigeria mencapai 261 jiwa/km², memicu urbanisasi tanpa kendali.
Brasil dan Rusia memiliki wilayah luas, namun kepadatan rendah, masing-masing 25 dan 9 jiwa/km². Keduanya membutuhkan kebijakan migrasi internal untuk pemerataan pertumbuhan.
Kepadatan tinggi memperbesar risiko kemiskinan dan keterbatasan akses layanan. Di India, Pakistan, dan Bangladesh, lebih dari 30% warga hidup di lingkungan kumuh.
UN DESA 2025 menyebut 55% penduduk dunia tinggal di kota, dan akan naik jadi 68% pada 2050. Diperlukan kebijakan holistik berbasis kualitas hidup dan keadilan spasial.
Tanpa pengelolaan berkelanjutan, pertumbuhan populasi akan memperparah kesenjangan dan kerusakan ekologi. Negara-negara padat wajib mengembangkan strategi pembangunan berbasis tata ruang.
