“Penggarapan patung tiga pasang karapan sapi untuk Alun-Alun terus dikerjakan oleh salah satu pematung ternama di Bali. Seluruh patung sedang tahap pengecoran perunggu,” ujar Imam, Selasa (2/8/2022) lalu.
Imam juga menyebut bahwa satu pasang patung menelan anggaran Rp 1,1 miliar, sehingga totalnya mencapai Rp 3,3 miliar. Proses pengerjaan dilaporkan dimulai dua pekan setelah kontrak proyek Alun-Alun Trunojoyo ditandatangani pada 6 April 2022.
Bahkan, Imam menegaskan proyek itu ditangani oleh seniman Bali bernama I Gede Sarantika, yang disebut memiliki keterkaitan dengan lingkungan seniman besar I Nyoman Nuarta.
Namun pernyataan itu kini dipertanyakan setelah muncul klaim dari pengrajin Boyolali yang menyatakan dirinya adalah pembuat patung tersebut dan menggunakan material berbeda, biaya berbeda, dan asal pengerjaan berbeda.
Temuan ini memunculkan tiga pertanyaan krusial:
- Siapa pembuat patung yang sebenarnya — Bali atau Boyolali?
- Material apa yang benar-benar digunakan — perunggu atau tembaga?
- Ke mana selisih anggaran miliaran rupiah itu mengalir?
Publik pun mendesak aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan dan BPK, segera turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan pada proyek ikon daerah tersebut.
