Menurut Hasyim, pada dunia kepemiluan kehadiran masyarakat sipil dan media juga sangat strategis, bagaimana keduanya membantu menjaga transparansi proses-proses pemilu dari proses pemungutan dan penghitungan suara sampai dengan rekapitulasi dan penetapan pemilu secara nasional.
“Yang pertama ada partisipasi dan kedua ada kompetisi, partisipasi dan kompetisi itu akan kelihatan di dalam pemilu, nah yang namanya partisipasi ini adalah keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan kepemiluan,” kata Hasyim.
Peserta kegiatan ini dari perwakilan masyarakat sipil, media dan mahasiswa dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Kamboja, Laos, Timor Leste, Australia, India, Nepal, Maladewa, Srilanka, dan Inggris.
