Opini  

Menyingkap Tirai Produktivitas Petani Padi Provinsi Jawa Timur

Mashuri, Dewan Penasehat Lembaga studi Perubahan dan Demokrasi (LsPD)

Petani padi Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu komunitas yang produktif di Indonesia. Buktinya dapat dilihat pada data luas panen padi, produksi padi, dan produksi beras tahun 2019-2020. Trend-nya ketiga variabel tersebut dapat dilihat pada data BPS RI Tahun 2021.

Berdasarkan data BPS RI Tahun 2021, luas panen Provinsi Jawa Timur tahun 2019 seluas 1.702.426 ha (hektar), tahun 2020 seluas 1.754.380 ha, dan per Januari-April tahun 2021 diproyeksikan BPS RI seluas 860.198 ha. Luas panen tersebut menempatkan Provinsi Jawa Timur di peringkat pertama dari 34 provinsi di Indonesia.

Menurut data BPS Provinsi Jawa Timur Tahun 2021, luas panen padi terbesar di Provinsi Jawa Timur adalah Kabupaten Lamongan dan terkecil adalah Kota Mojokerto. Tahun 2019 luas panen padi di Kabupaten Lamongan seluas 140.463,58 ha dan Kota Mojokerto seluas 700,93 ha dan tahun 2020 di Kabupaten Lamongan meningkat menjadi 146.428,84 ha dan Mojokerto meningkat menjadi 733,26 ha.

Produksi padi menurut data BPS RI Tahun 2021, pada tahun 2019 sebesar 9.580.934 ton Gabah Kering Giling (GKG), tahun 2020 sebesar 9.944.538 ton-GKG, dan tahun 2021 per Januari-April diproyeksikan BPS RI sebesar 4.984.995 ton-GKG. Jika dikonversi pada beras, produksi tahun 2019 sebanyak 5.503.726 ton-Beras, tahun 2020 sebanyak 5.712.591 ton-Beras, dan tahun 2021 sebanyak 2.863.609 ton-Beras.

BACA JUGA:  Independensi NU di Tengah Pusaran Konflik Kekuasaan

Produksi padi/beras tersebut, pada tahun 2019 dari 34 provinsi di Indonesia Provinsi Jawa Timur menempati peringkat kedua setelah Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun 2020-2021 posisinya meningkat menjadi peringkat pertama di Indonesia.

Produksi padi dan beras per kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur menurut data BPS Provinsi Jawa Timur Tahun 2021 terbanyak Kabupaten Lamongan dan terkecil Kota Mojokerto. Di Kabupaten Lamongan, produksi padi dan beras tahun 2019 sebesar 839.724,43 ton dan 482.376,06 ton dan tahun 2020 meningkat menjadi 873.786,03 ton dan 501.942,61 ton.

Trend perkembangan luas panen padi menurut data BPS RI Tahun 2021 menunjukkan angka yang positif. Angka absolut perkembangannya tahun 2019-2020 seluas 51.954 ha dan tahun 2020-2021 meningkat seluas 136.160 ha.

Trend produksi padi/beras tahun 2019-2021 juga menunjukkan perkembangan positif. Angka absolut perkembangannya, tahun 2019-2020 produksi padi 363.604 ton-GKG dan produksi beras 208.871 ton-Beras dan tahun 2020-2021 produksi padi meningkat menjadi 783.044 ton-GKG dan produksi beras meningkat menjadi 449.816 ton-Beras.

Persentase perkembangan luas panen padi dan produksi padi/beras juga signifikan. Luas panen padi tahun 2019-2020 sebesar 3,05% dan tahun 2020-2021 meningkat menjadi 18,81%. Produksi padi/beras tahun 2019-2020 sebesar 3,80% dan tahun 2020-2021 meningkat menjadi 18,64%.

BACA JUGA:  Potret Perilaku Berbahasa Orang Madura

Berdasarkan data tersebut, Gubernur Provinsi Jawa Timur memperkirakan stok beras di Jawa Timur akan surplus hingga akhir bulan Mei 2021. Berdasarkan proyeksi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, surplus beras di Provinsi Jawa Timur di akhir bulan Mei 2021 mencapai 902.401 ton, Senin (22/3/2021).

Produktivitas pertanian tersebut memberikan kontribusi pada kesejahteraan Petani di Provinsi Jawa Timur. Menurut data BPS Provinsi Jawa Timur, Nilai Tukar Petani (NTP) Tahun 2020 sebesar 100,77%. Dibandingkan dengan NTP Tahun 2018, NTP Tahun 2020 mengalami kenaikan/surplus 0,77%. Dengan demikian, artinya pada tahun 2020 harga produksi/pendapatan petani lebih besar 0,77% dibandingkan dengan harga konsumsi/pengeluarannya.

Tinggalkan Balasan