Mimpi Pendapatan Daerah Bangkalan Mandiri

H. Musawwir, Ketua Fraksi Keadilan Hati Nurani DPRD Kabupaten Bangkalan

Bangkalan – Realisasi Pendapatan Daerah pada APBD Kabupaten Bangkalan TA (Tahun Anggaran) 2020 sebesar Rp2,14 triliun. Pendapatan Daerah ini terbentuk dari PAD, Dana Perimbangan, dan Lain-lain Pendapatan yang Sah.

Di TA tersebut PAD-nya hanya sebesar Rp233,17 milyar, Dana Perimbangan mencapai Rp1,314 triliun, dan Lain-lain Pendapatan yang Sah mencapai Rp593,52 milyar. Realisasi Pendapatan Daerah tersebut dipaparkan dalam LPJ APBD Pemerintah Daerah Kabupaten Bangkalan TA 2020, Kamis (3/6/2021).

Mencermati LPJ tersebut H. Musawwir, Ketua Fraksi Keadilan Hati Nurani DPRD Kabupaten Bangkalan, dalam Pemandangan Umum (PU) fraksinya menilai Pendaparan Daerah tersebut masih didominasi Dana Perimbangan. Rasionya terhadap Pendapatan Daerah mencapai 61,38%, sedangkan PAD-nya hanya sebesar 10,89%, Senin (14/6/2021).

Fakta ini menurut H. Musawwir memperlihatkan bahwa APBD Kabupaten Bangkalan ketergantungan pada Dana Transfer dari Pemerintah Pusat. Tanpa dana tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Bangkalan kesulitan membiayai pelayanan publik dan pembangunan di Kabuupaten Bangkalan.

Meski desentralisasi fiskal secara resmi dilaksanakan sejak 2001 dan diperkuat lagi dengan pemberlakuan UU No. 28 Tahun 2009 untuk tujuan mendorong kemandirian fiskal daerah, ternyata hingga TA 2020 di Kabupaten Bangkalan belum menunjukkan tanda-tanda mau mandiri.

BACA JUGA:  Optimalisasi Penggunaan Dana Desa untuk Melindungi Rakyat yang Paling Miskin

Tinggalkan Balasan