Sementara itu, Direktur Bimbingan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Jatim Kombes Pol Asep Irpan Rosadi yang juga menghadiri kegiatan diskusi ahli ini menyampaikan bahwa pihaknya akan mencoba menguatkan pondasi untuk membuat penguatan khususnya di sekolah terkait toleransi yang berujung kepada bagaimana sekolah dan pelajar mempunyai daya tangkal sekaligus daya cegah terhadap paham maupun sikap intoleran radikal serta terorisme.
Kedepannya Polda Jatim tutur Kombes Pol Asep Irpan Rosadi akan bekerja sama secara nyata dengan Pemprov Jatim dan Dinas Pendidikan untuk membuat aksi nyata di beberapa sekolah yang nanti akan dimulai dulu dengan rapat koordinasi (rakor).
“Kami akan melibatkan seluruh kepala sekolah dan forum guru untuk memetakan akar masalah. Nantinya kelompok mana yang harus kita bina atau yang sudah bagus maka perlu kita tingkatkan,” janjinya.
Asep, sapaan akrab Perwira Menengah Polri dengan tiga melati di pundak ini menambahkan, Polda Jatim akan menggunakan sistem pendekatan baik kepada guru, pelajar ataupun pengelola dari lingkungan untuk membuat Jatim menjadi Provinsi yang memiliki rasa toleransi tinggi di kalangan pelajar.
“Perlu diingatkan kepada semuanya bahwa agama tidak ada yang mengajarkan permusuhan. Selain itu menanamkan nilai – nilai Pancasila sehingga menumbuhkan jiwa Nasionalisme dan mencegah Ekstrimisme,” tandasnya.
Sedangkan Kepala Bakesbangpol Jatim Heru Wahono Santoso memastikan pihaknya akan bekerja sama dengan Polda Jatim dalam hal membangun ekosistem toleran di lingkungan sekolah. Ia memaparkan Bakesbangpol Jatim akan memberikan edukasi dan pembinaan kepada para pelajar.
“Karena memang sasaran utama itu adalah generasi muda tentang bagaimana cara melawan radikalisme dan intoleransi. Kami juga akan memberikan wawasan kebangsaan agar mencintai NKRI,” pungkasnya.
