Pertontonkan Kelaminnya kepada Pelajar, Kakek di Sumenep Dibekuk Polisi

Sejumlah kepolisian setempat saat bekuk pelaku teror alat kelamin. (Sumber Foto: Polres Sumenep)

Sumenep – Beberapa minggu terkahir, masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dihebohkan dengan aksi teror alat kelamin di sejumlah lembaga pendidikan. Sehingga meresahkan siswa-siswi dan santri di wilayah Kecamatan Kota Sumenep.

Tindakan yang tak senonoh itu, oleh Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Sumenep lakukan langkah tegas guna menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Sub Bagian (Kasubag) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Sumenep, AKP Widiarti dalam rilisnya. Bahwasanya aksi yang tak senonoh itu terekam CCTV yang terpasang di depan sejumlah sekolah.

“Karena pelaku tidak hanya satu dua kali melakukan teror alat kelamin. Akhirnya dengan bantuan CCTV anggota kami dengan mudah menangkap pelaku,” kelasnya kepada jurnalis madurapers.com, Sabtu (22/1/22).

Mantan Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kota Sumenep itu, juga memaparkan kronologi penangkapan tersangka, berawal dari banyak laporan masyarakat. Karena itu, tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumenep bergerak cepat.

“Kami banyak mendapatkan laporan masyarakat karena aksi pelaku meresahkan para orang tua dan pihak sekolah,” terangnya.

BACA JUGA:  Ribuan Masyarakat ARM Akan Kembali Guncang Kantor Pemkab Sumenep 

Menurutnya, pelaku berhasil diamankan Polres Sumenep di Jl. Meranggi Kelurahan Kepanjin, Kecamatan Kota Sumenep, pada Jumat (21/1/22) kemaren.

Diketahui, tersangka adalah merupakan laki-laki paruh baya berinisial N (50), warga Kecamatan Kota Sumenep. Yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan.

“Setiap hari, N (50) memang bekerja sebagai kuli. Kecuali hari Jumat karena libur kerja. Pada waktu libur kerja, tersangka melakukan aksi yang tak pantas itu,” jelasnya.

Saat beraksi, lanjut Widi, pelaku memperlihatkan alat kelaminnya di depan pagar sekolah. Sesekali tindakan tak pantas itu dilakukan sambil menaiki motor.

“Adapun motif perbuatan yang amora itu, tak lain dikarenakan alat kelamin sudah lama tidak berfungsi,” ungkapnya.

Atas perbuatannya itu, N (50) dibekuk oleh Polres Sumenep guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tinggalkan Balasan