Puang Nene, Menurut MUI Bone: Menyimpang dari Aqidah

Madurapers
Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta
Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta (Sumber: MUI, 2023).

Lanjutnya, dari MUI Bone juga akan segera memberikan pembinaan terhadap Puang Nene dan pengikutnya yang diduga sesat. Dalam waktu dekat MUI kabupaten juga akan menemui mereka.

Jika ditemukan ada penyimpangan misalnya tidak mewajibkan sholat lima waktu atau menganggap pemimpinnya Nabi maka pasti kita anggap sesat.

Namun sejauh ini masih aman hanya menyimpang dari segi aqidah karena melakukan musyrik dengan melakukan ritual sesajian di sungai.

“Memang ada ajaran menyimpang yang mengarah pada penyembahan berhala”, katanya.

Persoalan syirik, saya kira masih banyak terjadi dimana-mana di masyarakat kita sehingga tugas dai harus menyampaikan dakwah tentang tauhid.

Tauhid menjadi perkara yang sulit bahkan sejak jaman dahulu sehingga nabi berkata yang paling berat saya hadapi dari umatku adalah masalah kemusyrikan, ” tutupnya.

Sementara itu Polres Bone juga sedang mengusut aliran Puang Nene yang menyebarkan ajaran tidak mewajibkan salah lima waktu dan tidak melaksanakan shalat Jumat.

Polisi juga mengungkap bahwa Puang Nene tiap bulan memberi sesajen berupa makanan ke pinggir sungai di Desa Mattirowalie Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone.