Meski duri di kaki meneteskan darah
Menuliskan simbol kekuatan asa
Yang berkiprah tanpa ada rasa
Trauma telah datang
Mendekapku dari belakang
Sebab, dirimu mulai menghilang
Menjadi debu yang terseret arus kenangan.
Annuqayah, 2022
(5) Aku Menantimu Ronggo Lawe
Masih saja aku terpuruk
Dengan prasangka-prasangka kantuk
Yang sering kali menyapa dikala nikmatnya duduk
Atau kadang menjengukku saat terbatuk-batuk
Masih saja ku ucapkan kalimat-kalimat sama
Bersama sandaran duri menusuk bianglala
Dan kuncup bunga mekar
Tandas akibat ucap yang sedemikian rupa
Demikian pula sajak ini
Berkumpul di singgasana mimpi
Menjadi bait-bait bertopeng di seluruh negeri
Dan tipuan bahwa dirinya sedang bersedih
Lama tidak jumpa
Hikayat cerita penuh penghabisan
Bersama riak-riak yang berpadu gelombang
Berdebur bersama petir menggelegar
Aku tetap disana menantimu dalam semar
Annuqayah, 2022
(6) Hujan yang Tertunda
Perasaan ini terus menusuk
Detak kalbu yang kian menutup
Tanpa kedip bintang dan penuh tawa
Masih berdiri tanpa senyum di dada
Aku masih bingung
Bunga itu berlarian berpecah-pecah
Menjadikan daunnya alas para ulat lapar
Yang hampir mati akibat hujan yang tertunda
Sayup-sayup angin membisikkan sesuatu
Membawakan kata darimu wahai Ratu
Kusisipkan canda agar kau tak sepertiku
Yang bisa bersantai diatas duri-duri
Sambil menunggu kuncup bunga itu mekar
Annuqayah, 2022
(7) Tentang Hari Ini
Hari ini peluh telah mengalir
Menjadi samudra yang menjelma wisata
Bersinyalir tentang akankah ‘Nadhar’ akan tercipta
Berpadu menjadi rangkaian cerita sepanjang sejarah
Di bukit indah Annuqayah
Tubuhku tercipta dengan duri-duri
Tumbuh dengan bekas luka sayat
Yang akan mencipta cerita untuk hari esok
Tidak tahu mengapa
Lembaran itu yang datang mennghampiri
Mencarikan asa yang sudah terbaca
Dan mimpi semalam yang penuh sandiwara
Annuqayah, 2022
Moh. Zainur Rozy adalah mahasantri yang menelusuri jejak kiai di bumi Annuqayah. Baru melihat dunia di jejak Keraton Pera Petta’ (To pho the), Batuputih. Merangkai cerita di Iksbat, Lipensa, Sanggar Pangeran, Istana Pers Jancukers (IPJ) de el el. Kritik, saran to ig @Gelenk_Gelenk atau di email kakakzain2003@gmail.com
