Pintu rumah kututup seperempat
saat jemuran ibu juga masih belum dilipat
Aku butuh dua asbak untuk doa-doa yang kubakar
Dan puisi yang berdoa mewakili badan
Aku sabar
23 Juni 2020
III. SEPASANG SANDAL JEPIT
Yang tetap memberi jerejak setelah pergiku
Selempang karet memeluk tulang punggung kakiku
Meski becek sehabis deras sehujan di batas desa
Kiri kanan, beda dan setia
Sepasang sandal karet lima belas ribu
Sudah pipih ditindih perih beban tubuhku
Meski lapuk sesudah perjalanan jauh
Kiri kanan, beda tapi selalu saling butuh
Sepasang rindu, karet sandal sepuluh ribu
Menolak sedih biarpun sebasah hujan
Tegar lanjutkan tertundanya tujuan
Pada yang tak mungkin sama tapi mau sejalan
9 April 2020
IV. ENTAH
Entah apa.
Aspal sepanjang itu tak mau mengingat sejarah
Pada Maret yang menolak kering,
kenangan mudah subur.
Entah pada berapa
Bila kalender itu harus menentukan
memulangkan angkanya tanpa tuan
Apa punyamu, atau milikku,
atau pada jalan yang panjang itu lagi
kita akan kembali bertemu
Entah sebagai apa
Maret 2021
Tentang Penulis

Moh Samsul Arifin yang beralamat Galis Bangkalan Madura mempunyai hobi membaca dan menulis apa saja. Saat ini berprofesi sebagai dosen di STIT Al-Ibrohimy Bangkalan, Praktisi Komunikasi. Follow Instagram: @mistr_Sams
