Tak Memiliki Ruang Kelas, PAUD di Karang Penang Sampang Belajar di Gubuk Reot

Anaf
Miris! Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Siswa Anak Usia Dini di Lembaga Al Khamidy Patemon Tlambah Karang Penang

Sampang – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al Khamidy Patemon yang terletak di Dusun Lembenah, Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang tidak memiliki ruang kelas yang layak. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terpaksa dilakukan disebuah bangunan dari anyaman bambu (gedek) yang mulai reot.

Gubuk kecil berukuran 4×6 meter yang berada disebuah lembaga pesantren itu menampung sebanyak 25 siswa untuk mengenyam pendidikan ditingkat anak usia dini.

Meski tak punya ruang kelas, antusias siswa para penerus bangsa ini tetap semangat mengikuti kegiatan belajar mengajar demi meraih cita-citanya.

kelas
Foto: Tanpak ruang kelas dari luar

Ihsan, salah seorang pengurus dilembaga tersebut sangat berharap peran Pemerintah Kabupaten Sampang untuk lebih memperhatikan sektor pendidikan, dikarenakan dilembaganya tidak ada ruang kelas untuk melakukan kegiatan belajar mengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Kami sangat berharap pemerintah melalui Dinas Pendidikan segera membantu kami dengan memberikan bantuan pembangunan gedung untuk PAUD,” ucapnya kepada awak media, Senin (30/08/2021).

Pihaknya menambahkan, sejak 2019 atau satu setengah tahun siswanya rela menempati surau yang kurang layak tersebut demi mengenyam pendidikan.

BACA JUGA:  Sempat Disegel Beberapa Hari, Pasar Bringkoneng Kembali Dibuka

“Karena kalau tetap dilaksanakan ditempat ini (Gubuk, red) KBM tidak bisa maksimal,” imbuhnya.

Pihaknya juga berharap Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang segera menerbitkan Nomor Kepala Sekolah Nasional (NPSN) yang pernah ia ajukan.

“Lebih kurang setahun yang lalu kami mengajukan NPSN, tapi hingga saat ini belum keluar dari Disdik,” keluhnya.

Senada dengan Ihsan, salah seorang wali murid, Abdus Somad, juga berharap anaknya bisa mengenyam pendidikan di lembaga tersebut dengan layak serta maksimal.

“Kami sebagai orang tua hanya berharap pemerintah Kabupaten Sampang segera membangun gedung kelas yang layak bagi anak-anak kami yang sedang menimba ilmu ini,” harapnya.

Tinggalkan Balasan