Hawking yang juga merupakan Direktur Penelitian Centre for Theoritical Cosmology di Universitas Cambridge, juga memisahkan sain dan agama, karena dogma-dogma agama hanya akan membatasi perkembangan ilmu pengetahuan. Pemikiran ini tak lepas dari dirinya yang agnostik ateis (tak percaya agama).
Pertanyaan besar banyak ilmuan yang hingga akhir hayatnya tak mau dijawab oleh Hawking adalah apa yang terjadi sebelum terjadinya “singularitas dentuman besar”? Hawking menghindari atau tak mau menjawab pertanyaan ini.
Menurutnya, waktu, alam semesta, dan segala macam isinya dimulai saat terjadinya singularitas dentuman besar atau Big Bang. Itu artinya, menurutnya, tidak ada kemungkinan adanya pencipta karena tidak ada waktu untuk pencipta untuk ada.
Itulah letak kontroversinya teori Hawking yang menghindar dan tak mau menjawab pertanyaan tersebut, sehingga teori Hawking terus menjadi kontroversial karena mereduksi (menghilangkan) kejadian sebelum terjadinya singularitas dentuman besar.
