Sumenep – Komitmen dalam mendorong lahirnya wirausaha muda terus diperkuat melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor perbankan.
Hal itu ditunjukkan BPRS Bhakti Sumekar yang memberikan apresiasi terhadap program Inovatif Collaboration Project (ICP) yang digagas Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura.
Program tersebut dinilai tidak sekadar menjadi kegiatan akademik, melainkan telah berkembang menjadi wadah strategis dalam mencetak mahasiswa berjiwa entrepreneur. Melalui ICP, mahasiswa didorong untuk terjun langsung ke dunia usaha dan merasakan dinamika bisnis secara nyata.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menilai program ICP mampu menjembatani kesenjangan antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik di lapangan.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan bisnis yang sesungguhnya.
“Mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga diuji langsung menghadapi kondisi pasar yang nyata,” ujarnya, Jumat (10/04/2026).
Ia juga mengapresiasi langkah inovatif Uniba yang memanfaatkan lantai dua Pasar Anom sebagai ruang praktik usaha mahasiswa.
Kebijakan ini dinilai strategis karena tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga mampu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di area pasar yang sebelumnya kurang optimal.
“Jadi kami menyambut baik inisiatif dari Uniba melalui rektor Prof Rahman Hidayat, yang menginisiasi mahasiswa untuk mempraktikkan teori yang didapat di Fakultas Bisnis dan Ekonomi ke dalam praktik usaha di Blok A Pasar Anom,” kata Hairil.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa yang menjalankan usaha secara langsung di pasar tradisional diharapkan mampu meningkatkan transaksi ekonomi.
Jika berjalan konsisten, langkah ini diyakini dapat memperkuat daya saing pasar tradisional di tengah gempuran sistem belanja modern berbasis digital.
Tak hanya memberikan dukungan moral, BPRS Bhakti Sumekar juga mengambil peran aktif dalam memberikan edukasi kepada mahasiswa, khususnya dalam hal pengelolaan keuangan. Pendampingan ini menjadi bekal penting agar mahasiswa mampu menjalankan usaha secara profesional dan berkelanjutan.
“Intinya kami sangat menyambut baik, karena ini adalah inovasi dari Uniba dalam membentuk mahasiswa yang memiliki jiwa wirausaha,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Uniba Madura, Rachmad Hidayat, menegaskan bahwa ICP merupakan langkah konkret kampus dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja. ICP adalah wadah pembelajaran nyata agar mereka berani memulai usaha, memahami manajemen, pemasaran, hingga menghadapi tantangan pasar secara langsung,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyebut ICP sebagai strategi kampus dalam menjawab tantangan tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi.
Dengan pengalaman menjalankan usaha selama satu semester, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan yang lebih matang untuk merintis bisnis secara mandiri.
“Harapannya, dari ICP ini lahir entrepreneur-entrepreneur muda Madura yang kreatif, tangguh, dan mampu bersaing. Kampus hadir bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi sebagai inkubator bisnis masa depan,” pungkasnya.
