“Saya bisa kuat di penjara. Tapi hati saya hancur saat tahu anak-anak saya dihukum oleh keadaan. Mereka tak salah, tapi ikut menderita,” ucap Zainal sambil menahan tangis.
Meski proses hukum terus berjalan, keluarga Zainal telah berusaha menempuh jalan damai. Sang istri mendatangi rumah Rizky Yanto belasan kali untuk menyampaikan permintaan maaf, namun tak pernah diterima.
Mereka bahkan mendatangi kantor J&T Express Pamekasan, berharap perusahaan bersedia memfasilitasi mediasi kekeluargaan. Sayangnya, hingga kini belum ada tanggapan.
“Kami hanya ingin dimaafkan. Kami bukan penjahat. Kami keluarga yang sedang diuji,” ucap Zainal penuh harap.
Ia juga menegaskan bahwa keluarganya sangat menyesal dan jera. Bukan semata karena proses hukum yang dijalaninya, namun lebih karena tekanan sosial dan penderitaan yang menimpa istri dan anak-anaknya.
“Kami tidak minta dibebaskan dari hukuman. Kami hanya ingin jalan damai. Kami mohon, J&T mau fasilitasi duduk bersama. Jangan biarkan anak-anak saya terus dihukum,” katanya.
Gelombang simpati mulai bermunculan di media sosial. Warganet menyerukan agar kedua belah pihak duduk bersama menyelesaikan konflik ini secara kekeluargaan.
Mereka menilai, mengingat hubungan darah yang masih terjalin antara Zainal dan Rizky, pintu maaf semestinya tetap terbuka.
“Saya akui saya salah. Tapi lihat kami sebagai manusia, sebagai keluarga. Jangan biarkan dendam menghancurkan anak-anak saya,” ucap Zainal, menutup pernyataannya.
