Tertimpa Galian Batu, Warga Juruan Daya Sumenep Tewas di TKP

Warga setempat saat membelah bongkahan batu besar yang menimpa korban (Sumber Foto: Screenshot Vidio)

Sumenep – Nasib malang menimpa warga Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, yang tewas mengenaskan terkena longsor bulatan batu saat menggali batu bata, Minggu (21/11/21) kemaren.

Peristiwa nahas tersebut, sempat direkam oleh salah satu warga yang mendatangi lokasi kejadian. Sontak video yang berdurasi 30 detik itu, viral di media sosial (Medsos), utamanya di grup dan story WhatsApp.

Dalam Vidio tersebut, sejumlah warga yang berdatangan ke lokasi kejadian tampak menangis menjerit-jerit. Mereka tak tega melihat kondisi korban yang mengenaskan ditimpa batu bulatan longsor.

Informasi yang dihimpun oleh jurnalis madurapers.com, peristiwa tersebut, menimpa Munasu (44) warga Dusun Panjalin, RT 006/ RW 009, Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih ini terjadi di jurang galian batu bata di dusun setempat.

Niat hati ingin mengais rupiah dari hasil menggali batu bata, kecelakaan malah terjadi kepada dirinya sendiri.

Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, dalam rilisnya, mengungkapkan kronologi kecelakaan yang menewaskan pria yang berprofesi sebagai petani itu, berawal sekira pukul 14.00 WIB sore.

BACA JUGA:  Warga Tutup Paksa Akses Jalan Perumahan Randu Permai II Sumenep

Saat itu, korban bersama Mo’awi (54) dan  Surenni (50), yang tak lain adalah saudara kandung dan istri dari Munasu. Ketiganya  berangkat bersama-sama menuju jurang galian batu bata dengan membawa alat menambang berupa linggis.

“Sampai di jurang galian, korban bersama keluarganya langsung menggali batu bata,” papar polwan yang akrab di sapa Widi, Senin (22/11/21).

Ketika sedang bekerja itulah, lanjut Widi, tiba-tiba ada bulatan batu longsor dan jatuh tepat ke arah Munasu. Sehingga, korban yang tak sempat menghindar kejepit bulatan batu tersebut.

Akibatnya, korban tewas di tempat karena mengalami pecah di tulang batok kepala sampai otaknya terhambur. Selain itu, korban juga mengalami luka robek di lengannya.

“Korban diangkat dari jepitan bulatan batu oleh keluarganya dibantu warga, lalu dibawa pulang ke rumah duka,” jelasnya.

Saat olah TKP polisi, pihak keluarga Munasu menolak janazah untuk dilakukan autopsi, karena korban tewas akibat kecelakaan sendiri.

Tinggalkan Balasan