Akademisi UI Aditya Perdana Tawarkan Tiga Program Kerja Untuk Bawaslu

Madurapers
Aditya Perdana saat menyampaikan visi dan misi dalam uji kelayakan dan kepatutan _(fit and proper test)_ yang digelar oleh komisi II DPR RI di Gedung DPR RI, Selasa malam (15/2/2022). Foto: Pemberitaan dan Publikasi Bawaslu

Selain itu, Aditya juga menyampaikan visinya yakni mewujudkan Badan Pengawas Pemilu RI yang berintegritas dalam periode 2022-2027.

“Integritas yang saya maksud ada dua hal pertama adalah integritas dalam menciptakan pemilu yang berkeadilan bagi seluruh pihak yang memang mengikuti dan ikut serta dalam proses pelaksanaan pemilu,” katanya.

“Kedua adalah integritas yang saya maksud adalah bagaimana kita bisa menghadirkan hasil pemilu yang dapat bisa dipertanggungjawabkan berdasarkan mekanisme serta prosedur-prosedur yang memang sudah ditetapkan oleh undang-undang,” paparnya.

Sementara itu, misinya yakni pertama mewujudkan keberlanjutan Bawaslu RI dalam fungsi pengawasan terhadap proses pelaksanaan pemilu, pencegahan dan penindakan terhadap pelanggaran pemilu di Indonesia.

Kedua, memperkuat sinergisitas Bawaslu RI dengan pemangku kepentingan kepemiluan dan aktor lainnya.

Lalu, misinya yang ketiga yakni mewujudkan modernisasi Bawaslu RI untuk merespon perkembangan dan tantangan kepemiluan di Indonesia.

“Satu titik tekan yang penting adalah bagaimana kita bisa menghadirkan perkembangan teknologi dan berbagai bentuk platform yang ada dapat dijalankan oleh Bawaslu dengan baik,” terangnya.

Sebagai informasi, Aditya Perdana merupakan dosen Ilmu Politik Fisip Universita Indonesia (UI), sekaligus Pusat Kajian Politik (Puskapol) LPPSP FISIP UI.

Aditya Perdana merupakan lulusan Magister Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) dan meraih gelar Doktor Ilmu Politik dari Universitas Hamburg, Jerman. (*)