Diduga Menipu Nyai di Bangkalan, Oknum Marketing Liek Motor Toyota Bangkalan Modus Minta Uang Jadi

Madurapers
Oknum marketing (AWH) Liek Motor Toyota saat media ini meminta izin mengambil fotonya usai melakukan mediasi di kantor pembantu Liek Motor Toyota di Kabupaten Bangkalan
Oknum marketing (AWH) Liek Motor Toyota saat media ini meminta izin mengambil fotonya usai melakukan mediasi di kantor pembantu Liek Motor Toyota di Kabupaten Bangkalan (Sumber Foto: Madurapers, 2024).

“Katanya, AWH sudah disetor ke pihak Toyota mas, tapi saya ngak menerima tanda bukti setoran itu. Kenapa kalau memang dia tidak ada modus lain, kok minta di transfer ke rekening pribadinya? Kenapa tidak langsung ke pihak Toyota saja?” Kata Holil memperjelas.

Menanggapi hal itu, dalam mediasi yang disaksikan awak media, oknum AWH menyampaikan, bahwa uang Rp5 juta tersebut sudah disetorkan ke pihak Toyota, sebagai tanda jadi kredit mobil Fortuner. Namun, dia tidak memberikan bukti tanda terima atau kwitansi tanda jadi tersebut.

“Begini ya, uang itu sudah saya setor ke pihak PT. Saya sudah tidak megang uang itu. Silahkan aja tunggu sampai pengembalian dari kantor,” dalihnya, Jumat (20/12/2024).

Disinggung soal bukti transfer atau kwitansi setorannya, pihaknya tidak bisa menunjukkan. Bahkan, ia membantah tidak akan hilang atau terpotong sedikitpun uang tersebut.

“Saya jamin uang Rp5 juta tidak akan terpotong sedikitpun. Namun, memang ada prosedurnya mas, setelah ditolak pihak yang terkait harus menunggu 14 hari kerja usai penolakan itu. Setelah 14 hari itu pasti secara otomatis uang itu masuk kepada rekening yang bersangkutan,” tandasnya.

Ketika ditanya soal prosedur apa yang menyebutkan harus menunggu 14 hari kerja, dia tidak bisa menjawab. Sebab, dari awal pihaknya (marketing, red.) sudah tidak mengikuti prosedur. Seperti, uang yang ditransfer kepada rekening pribadinya dan tidak adanya kwitansi tanda terima jadi kredit mobil itu.

“Dari situ sudah kelihatan mas, kalau jenengan sudah tidak mengikuti prosedur. Pokoknya uang itu harus kembali dalam waktu 1×24 jam. Kalau tidak kami akan bertidak,” kata Rasaiful, salah satu keluarga korban, Nyai Nuriyah.

“Dengan kejadian semacam itu, otomatis luntur kepercayaan konsumen untuk melakukan transaksi ataupun mengambil mobil di Toyota Bangkalan. Ini sudah tidak menunjukkan profesionalisme yang baik dalam melayani konsumen,” pungkasnya.