DPRD Sumenep akan Panggil Pihak Puskesmas Buntut Meninggalnya Bayi di Batang-Batang

Madurapers
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Akis Jasuli saat diwawancarai oleh awak media beberapa waktu lalu. (Sumber Foto: Istimewa, 2023).
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Akis Jasuli saat diwawancarai oleh awak media beberapa waktu lalu. (Sumber Foto: Istimewa, 2023). 

Keluarga korbanpun mengalami duka mendalam sehingga harus putar balik menuju kampung halamannya dengan membawa jenazah anak dari Ibu Rumnaini yang beralamat Dusun Mojong, Desa Tamidung, Kecamatan Batang Batang.

Atas kejadian tersebut, pihak korban menyalahkan pihak puskesmas yang telah mengambil darah pada si bayi yang nyata-nyata tidak ada masalah apapun alias sehat.

“Bahkan, bekas pengambilan darah tersebut tidak diberikan semacam perban dan atau alat lain yang mampu memberikan tekanan untuk menghentikan pendarahan,” tutur Rumnaini kepada media ini, Selasa (21/11/2023).

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Puskemas Batang-Batang, dr Fatimatus Insaniyah mengatakan bahwa pihaknya sudah bekerja sesuai dengan SOP yang ada.

“Kami sudah bekerja dengan prosedur, petugas kesehatan yang melakukan sudah lengkap, dan sudah punya SPM, serta sudah punya wewenang klinis,” katanya, saat diwawancarai oleh jurnalis media ini, Selasa (21/11/2023).

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa untuk cara pengambilan sampelnya, untuk SHK sudah sesuai dengan prosedur yang ada .

“Jika dibilang tidak dikasih perban, saya sudah bertanya bahwa setelah ditusuk di bagian tumit itu, kemudian ditutup dengan alkohol,” katanya menuturkan.

Pihaknya menambahkan, jika kondisi bayi malemnya panas demam seharusnya memang ditanyakan penyebab kematian bayi tersebut karena apa di RSI Kalianget.

“Insyaallah, pihak dokter yang RSI sudah menjelaskan kenapa bayinya itu panas, kemudian kenapa bayinya sesak,” katanya menegaskan.

“Saya juga konfirmasi pada dokternya yang di RSI Kalianget bahwa kematian bayinya bukan karena SHK. Jadi karena ada penyakit lain alias ada infeksi, tapi sebaiknya tanyakan langsung ke dokter yang di RSI,” imbuhnya.

Sementara itu, RSI Garam Kalianget Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sebut tak tahu menahu terkait kematian bayi yang meninggal usia diambil sampel darahnya di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) Kecamatan Batang-Batang.

Hal itu disampaikan langsung oleh Hubungan Masyarakat (Humas) RSI Kalianget, dr. Yanti Ariyatin membenarkan bahwa bayi Rumnaini dirujuk ke rumah sakit tersebut.

Ditanya soal infeksi yang terjadi pada bayi tersebut, Yanti mengaku masih akan menanyakan kepada dokter yang menangani.

“Iya benar bayi tersebut dirujuk ke RSI kemarin. Terkait penyebab meninggalnya bayi tersebut, yang tahu itu dokter yang merawat ya. Kita belum ketemu dengan dokternya, kita hanya jelaskan alurnya saja,” katanya saat diwawancarai oleh jurnalis media ini, Selasa (21/11/2023) kemarin.