DVI Polda Jatim Kembali Identifikasi 8 Jenazah Santri Korban Runtuhnya Ponpes Al-Khoziny, Total 48 Teridentifikasi

Admin
Kombes Pol Khusnan Marzuki (Tengah) Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim, saat konferensi pers update jenazah sudah teridentifikasi
Kombes Pol Khusnan Marzuki (Tengah) Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim, saat konferensi pers update jenazah sudah teridentifikasi, (Foto: Joni/Madurapers, 2025).

Pihaknya mengutamakan kecermatan dalam mencocokkan data keluarga (antemortem) dengan hasil pemeriksaan medis (postmortem), termasuk pencocokan DNA.

“Masih ada 17 kantong jenazah yang mesti diidentifikasi. Proses ini membutuhkan waktu, tetapi kami pastikan akan dituntaskan dengan teliti,” kata Khusnan.

Sebelumnya, DVI Polda Jatim juga telah mengidentifikasi 40 jenazah. Mereka berasal dari berbagai daerah, mulai dari Surabaya, Sidoarjo, Bangkalan, Lamongan, Gresik, hingga luar Jawa seperti Kalimantan Barat, Bangka Belitung, hingga Bekasi.

Berikut Daftar 40 Jenazah Teridentifikasi:

  1. Mohammad Anas Fahmi (15) Banyuajuh, Kamal, Bangkalan.
  2. Muhammad Reza Syfai Akbar (14) Peneleh Ganteng Surabaya.
  3. Afifuddin Zarkasi (13) Balongsari, Tandes, Surabaya.
  4. Moh. Rizki Maulana Saputra (16) Wadungasih, Buduran, Sidoarjo.
  5. Moh. Ubaidillah (17) Karpote, Blega, Bangkalan.
  6. Virgiawan Narendra Sugiarto (16) Mayong, Karangbinangun, Lamongan.
  7. Moch. Ali Sirojuddin (13) Dupak, Krembangan, Surabaya.
  8. Muhammad Azam Habibi (14) Sidotopo, Semampir, Surabaya.
  9. Maulidy Hasany Kamil (16) Karang Gayam, Blega, Bangkalan.
  10. Ach. Fathoni Abil Falaf (17) Tangungguh, Tanjung Bumi, Bangkalan.
  11. M. Azam Alby Alfa Himam (17) Karang Gayam, Blega, Bangkalan.
  12. Khoirul Mutaqin (18) Banjarmlati, Mojoroto, Kediri.
  13. Farhan (17) Kutisari, Tenggilis Mejoyo, Surabaya.
  14. Syafiuddin (15) Pejeruhan, Kedungdung, Sampang.
  15. Achmad Ghiffary Haekal Nur (17) Sidokumpul, Gresik.
  16. Muhammad Ubaydillah (15) Sungai Kakap, Kubu Raya, Kalimantan Barat.
  17. Achmad Alby Fahri (13) Semampir, Surabaya.
  18. Maulana Alfan Ibrahimavic (13) asal Pabean Cantian, Surabaya.
  19. Mochammad Mashudulhaq (14) asal Dukuh Pakis, Surabaya.
  20. Muhammad Soleh (22) asal Jalan Madura, Tanjung Pandan, Bangka Belitung.
  21. Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas (17) asal Putat Jaya, Surabaya.
  22. Moch. Agus Ubaidillah (14) asal Gresik Gadukan, Morokrembangan, Krembangan, Surabaya.
  23. Firman Nur (16) warga Tembok Lor.
  24. Muhammad Azka Ibadur Rohman (13) warga Kenjeran Surabaya.
  25. Daul Milal (15) warga Kapasan, Surabaya.
  26. Nuruddin (13) warga Karang Gayam, Blega, Bangkalan.
  27. Ahmad Rijalul Haq (16) warga Dapuan Baru, Surabaya.
  28. Moh. Royhan Mustofa (17) warga Kamal Bangkalan.
  29. Abdul Fattah (18) warga Asem Manunggal.
  30. Wsdiur Rohib (17) warga Gayungan.
  31. Mohammad Aziz Pratama Yudistira (16) warga Bekasi.
  32. Moh. Dafin (13) warga Semarang.
  33. M. Ali Rahbini (19) warga Tambelang Sampang.
  34. Sulaiman Hadi (15) warga Bangkalan.
  35. Abdus Somad (17) warga Sampang.
  36. Imam Junaidi (16) warga Bangkalan.
  37. Mohammad Fajri (14) warga Surabaya.
  38. Muhamadd Nasi Hudin (15) warga Bangka Belitung.
  39. Achmad Suwaif (15) warga Bangkalan.
  40. Mochammad Haikal Ridwan (14) warga Bangkalan.

Tragedi runtuhnya bangunan mushalla Ponpes Al-Khoziny pada Senin (29/9/2025) lalu telah menelan puluhan korban jiwa, mayoritas merupakan santri yang sedang melaksanakan sholat berjamaah di dalam area mushalla pesantren.

Hingga kini, dukacita mendalam masih menyelimuti keluarga korban dan seluruh civitas pesantren.