Merespon hal itu, analis dan pedagang “il Capo Of Crypto” mengatakan, pergerakan pasar (Bitcoin) baru-baru ini tampak dimanipulasi tanpa permintaan riil. Ini adalah “jebakan banteng terbesar selama akhir pekan yang pernah saya lihat,” seru dia.
Hal serupa juga dikhawatirkan oleh James Edwards, seorang analis Cryptocurrency di perusahaan Fintech Finder Autralia. “Bull trap lebih kuat, memperingatkan lonjakan (harga Bitcoin, red.) baru-baru ini bisa berumur pendek,” uangkap ke media Cointelegraph.
BTC naik dan NASDAQ dan S&N juga mengalami reli serupa, diyakini oleh Edwards bahwa reli kenaikan Crypto tidak unik, dan naik karena terhentinya inflasi dan efek positif dari hal lain.
Edwards menambahkan Cryptocurrency masih banyak menghadapi hambatan untuk mendapatkan sentimen positif pelaku pasar. Hambatan itu diantaranya rontoknya FTX’s dan masalah lainnya.
Dengan demikian, katanya, penjualan dan perampingan perusahaan itu, bisa saja menjual token ke pasar untuk menutupi hutang perusahaannya.
