Ini Hasil Rapat Sosialisasi Permasalahan Pembangunan SPBU Shell Simo Magersari

Saat berlangsung rapat sosialiasi permasalahan pembangunan SPBU Shell Simo Magersari, Kamis (9/12/2021) bertempat di aula Kecamatan Sukomanunggal (Sumber foto : Fajar Yudha Wardhana)

Surabaya – Rapat sosialiasi permasalahan pembangunan SPBU Shell Simo Magersari yang dipimpin Camat Sukomanunggal, Lakoli, Kamis (9/12/2021) sejak pukul 13.00 WIB.

Kemuadian, terkait permasalahan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell Simo Magersari menjadi upaya mencari jalan keluar atas tuntutan beberapa warga dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kelurahan Simomulyo yang sejak awal keberatan dibukanya SPBU Shell di wilayahnya.

Rapat sosialisi ini dihadiri tiga pilar yakni, Camat Sukomanunggal, Danramil Tandes dan Kapolsek Sukomanunggal. Selain itu diikuti Lurah Simomulyo, Ketua LPMK Kelurahan Simomulyo, Ketua RW dan RT di Kelurahan Simomulyo, perwakilan PT Shell Indonesia, perwakilan pemilik lahan, dan perwakilan warga Kelurahan Simomulyo.

Lakoli mengatakan maksud dan tujuan rapat sosialiasi ini untuk mencari formula penyelesaian permasalahan pembangunan SPBU Shell Simo Magersari sekaligus menindaklanjuti kesimpulan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi C DPRD Kota Surabaya.

Ia menyadari selama ini pihak SPBU Shell Simo Magersari kurang menjalin komunikasi yang baik dengan tiga pilar Kecamatan Sukomanunggal dan warga Kelurahan Simomulyo.

BACA JUGA:  Bos Maspion Ingatkan Kepala Daerah Bisa Digugat di PTUN oleh Apindo

“Saya saja baru ketemu perwakilan Shell ya disini. Tetapi sekarang Shell hadir dengan wajah baru dan siap untuk membuka komunikasi. Tolong jangan kecewakan warga Kelurahan Simomulyo untuk yang kedua kalinya,” pesannya.

Perizinan pembangunan SPBU Shell Simo Magersari menurut Lakoli sudah lengkap, tetapi dia meminta pihak Shell Indonesia memberikan sumbangsih terhadap lingkungan dan mengakomodir tuntutan salah satu warga Kelurahan Simomulyo, Johny Susanto yang meminta rukonya untuk dibeli.

Lakoli menyampaikan dalam rapat sosialiasi ini tidak membahas nilai untuk menghindari fitnah.

“Karena Camat bukan makelar. Namun, kami tiga pilar siap membantu kalau dibutuhkan,” tegasnya.

Seusai mendengarkan masukan dan keluhan dari para peserta, akhirnya rapat sosialisasi tersebut menghasilkan 5 poin kesepakatan yang dituangkan dalam resume. Berikut ini isi resume rapat sosialiasi permasalahan SPBU Shell Simo Magersari yakni:

1. RT/RW dan LPMK sepakat SPBU Shell memberikan memberikan tali asih yang mekanismenya melalui pengajuan proposal dan bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kepentingan warga. SPBU Shell merealisasikan dalam waktu yang tidak lama.

BACA JUGA:  Hakim Vonis Oknum Polisi Pesta Narkoba Eko Julianto Cs Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

2. Terkait permasalahan dengan pak Johny selaku pemilik bangunan yang bersebelahan dengan SPBU sepakat penyelesaiannya dengan cara tanah dan bangunannya ditawarkan kepada pemilik lahan untuk dibeli dan pemilik lahan sepakat untuk membahasnya di internal perusahaan. Pak Johny segera mengajukan surat penawaran beserta kelengkapan data-datanya seperti foto copy sertifikat, PBB, IMB dan surat lainnya.

3. Ketua LPMK disepakati sebagai mediator dalam menindaklanjuti poin 1 dan 2.

4. Kelanjutan pembangunan SPBU Shell bukan merupakan kewenangan Kecamatan karena masih mempertimbangkan beberapa faktor seperti rekom lalin dan rekom saluran

5. Camat menyampaikan hasil resume rapat tersebut kepada DPRD (Komisi C) besok Jumat tanggal 10 Desember 2021.

Tinggalkan Balasan