IPM Bangkalan 2025 Naik, Tapi Masih di Papan Bawah Jawa Timur

Admin
Ilustrasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bangkalan Tahun 2025, yang digambarkan dengan kondisi wilayah yang belum maju pembangunannya
Ilustrasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bangkalan Tahun 2025, yang digambarkan dengan kondisi wilayah yang belum maju pembangunannya. (Dok. Madurapers, 2026).

Bangkalan – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bangkalan tahun 2025, menurut data BPS Bangkalan mencapai 68,15 dan mengalami kenaikan sebesar 0,82 poin atau 1,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 67,33, Selasa (7/4/2026).

Kenaikan ini menunjukkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat Bangkalan meskipun masih menghadapi berbagai tantangan struktural.

Di tingkat Provinsi Jawa Timur, menurut data BPS Jawa Timur, posisi IPM Bangkalan masih berada di peringkat 37 dari 38 kabupaten/kota sehingga menempatkannya di kelompok bawah.

Meski demikian, IPM Bangkalan masih berada satu tingkat di atas Kabupaten Sampang (peringkat 38 di Jawa Timur) yang memiliki IPM sebesar 67,23 dengan selisih sekitar 0,92 poin.

Dalam kurun waktu 2022 hingga 2025, IPM Bangkalan menunjukkan tren peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 1,02 persen per tahun.

Hal ini mengindikasikan adanya konsistensi pembangunan manusia, walaupun laju peningkatannya masih tergolong moderat.

Peningkatan IPM tahun 2025 terjadi pada seluruh dimensi utama pembentuknya, yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak.

Bahkan, pertumbuhan tahun ini tercatat lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kontribusi terbesar berasal dari dimensi kesehatan dan standar hidup.

Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, angka harapan hidup saat lahir mencapai 73,62 tahun pada tahun 2025.

Angka ini meningkat 0,19 tahun dibandingkan tahun sebelumnya, yang menunjukkan adanya perbaikan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, pada dimensi pengetahuan, terjadi peningkatan pada indikator harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS).

HLS naik dari 11,98 tahun menjadi 12,09 tahun, sedangkan RLS meningkat dari 6,01 tahun menjadi 6,15 tahun pada 2025.

Di sisi lain, dimensi standar hidup layak juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun yang telah disesuaikan meningkat sebesar Rp424 ribu atau sekitar 4,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meskipun semua indikator menunjukkan perbaikan, posisi Bangkalan yang masih berada di papan bawah Jawa Timur menjadi catatan penting bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bangkalan.

Upaya percepatan pembangunan, khususnya di sektor pendidikan dan ekonomi, perlu terus diperkuat agar peningkatan IPM dapat lebih signifikan di masa mendatang.

Penulis: MuhaiminEditor: Anaf