Mantan Kadisperindag Kabupaten Sumenep itu menyebut bahwa sekarang ini bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah memiliki aplikasi merdeka belajar yang isinya terdapat kumpulan komunitas guru yang saling berbagi untuk meningkatkan karakter anak didik.
“Digelar Workshop ini tidak lain untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai pilar pendidikan yang menekankan pada karakter, kompetensi dan literasi. Dimana saat ini kita (Guru-red) dituntut berhasil dalam proyek penguatan profil pelajar Pancasila,” kata Agus Dwi Saputra, S.Sos., M.Si.
Pihaknya menambahkan, agar guru tidak mudah puas dengan pembelajaran yang ada, akan tetapi diharapkan untuk selalu mengembangkan kreativitas dan inovasi ditengah kecanggihan teknologi yang ada.
“Kalau kita mau menciptakan anak didik profil Pancasila, maka guru harus siap terlebih dahulu, karena dalam profil Pancasila itu ada karakter, inovasi, kolaborasi, kreatif dan lain sebagainya. Dan yang paling penting guru bisa menjadi suri tauladan yang baik bagi anak didiknya,” pungkasnya.
