Sumenep – Perusahaan energi, Kangean Energy Indonesia Ltd. (KEI), kembali menorehkan prestasi di bidang pengelolaan lingkungan dengan meraih Anugerah Lingkungan PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Penghargaan bergengsi tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi perusahaan dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan yang melampaui standar kepatuhan.
Penghargaan PROPER Hijau itu diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dalam seremoni resmi yang digelar di Sasono Langen Budoyo, Jakarta, pada Selasa (07/04/2026) kemarin.
Predikat PROPER Hijau bukan sekadar simbol kepatuhan terhadap regulasi, melainkan bentuk apresiasi bagi perusahaan yang mampu menghadirkan inovasi berdampak, efisiensi dalam pemanfaatan sumber daya, serta kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Sebagai instrumen nasional, PROPER dirancang untuk mendorong perusahaan meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Penilaian dilakukan secara komprehensif, mencakup ketaatan terhadap regulasi, pengendalian limbah dan emisi, efisiensi energi, konservasi sumber daya alam, penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R), perlindungan keanekaragaman hayati, hingga implementasi program pemberdayaan masyarakat.
Dalam praktiknya, KEI menghadapi tantangan ekologis di wilayah operasionalnya, seperti aktivitas pengambilan karang untuk bahan bangunan dan perburuan kerang abalone (mata tujuh) yang berpotensi merusak ekosistem terumbu karang.
Menyikapi hal tersebut, perusahaan mengambil peran strategis sebagai mitra konservasi bersama masyarakat setempat.
Melalui berbagai program pembinaan dan pendampingan berkelanjutan, KEI berupaya menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Upaya tersebut diperkuat dengan kegiatan rehabilitasi mangrove serta pelestarian spesies lokal sebagai bagian dari komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan lingkungan.
Langkah-langkah tersebut juga sejalan dengan pandangan akademisi lingkungan dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yakni Dr. Husamah dan Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto.
Keduanya merujuk pada hasil riset lebih dari satu dekade di kawasan Pagerungan Besar, Pagerungan Kecil, dan sekitarnya, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Presiden Kangean Energy Indonesia Ltd., Didi Basuki, menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan sekaligus memperkuat kemitraan dengan masyarakat.
“Penghargaan PROPER Hijau ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menghadirkan program-program yang tidak hanya berorientasi pada operasional perusahaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Didi, Jumat (10/04/2026).
Ia menambahkan, capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi erat dengan masyarakat melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM).
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim dan masyarakat di wilayah operasi yang telah menjaga sinergi dengan baik,” imbuhnya.
Apresiasi juga datang dari Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Anggono Mahendrawan. Ia menilai, capaian KEI menunjukkan bahwa kegiatan hulu migas dapat berjalan selaras dengan prinsip pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
“Capaian ini membuktikan bahwa kegiatan hulu migas tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga telah menjadi budaya dalam menjaga lingkungan,” ungkapnya.
Anggono menegaskan, SKK Migas akan terus mendorong seluruh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) agar tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menerapkan standar terbaik dalam pengelolaan lingkungan demi menjaga keberlanjutan energi, kelestarian alam, serta kesejahteraan masyarakat secara seimbang.
”Raihan PROPER Hijau ini sekaligus menegaskan posisi KEI sebagai perusahaan energi yang tidak hanya berorientasi pada target produksi, tetapi juga berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya.
