Pihaknya menyayangkan terhadap kinerja Polres Sampang. Pasalnya, selama 19 bulan tidak mampu menangkap semua pelaku kekerasan seksual. Terbukti hingga saat ini masih ada dua pelaku yang belum ditangkap.
“Kami juga kecewa dengan Polres Sampang yang mengatakan aksi kami ada kepentingan,” tambahnya.
Selain berorasi, para peserta aksi melentangkn poster yang bertuliskan, “Polres Sampang jangan menutup mata, pelaku masih berkeliaran”.
“Sampang mendapatkan penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA), bagaimana dengan kasus kekerasan seksual yang belum tuntas,” tandasnya.
