Untuk itu, pihaknya yakin, bahwa cepat atau lambat Bupati Fauzi akan melakukan reformasi birokrasi itu. Pasalnya, secara prinsip Bupati Fauzi kerap menyatakan bahwa tidak mau orang-orang disekitarnya hanya memiliki kecakapan retorik, tetapi gagal dalam pelaksanaan.
Misalnya saja, percakapan Bupati Fauzi di histori aplikasi WhatsAppnya. Politisi PDI Perjuangan ini sempat menuliskan tentang perjalanan hidupnya.
“Sesungguhnya Dia maha tahu sesuatu, maka tidak selalu yang kita inginkan ada dalam hidup ini, tapi selalu ada tentang yang kita butuhkan. Karena sesungguhnya dia maha tahu siapa yang bisa amanah menjaga titipannya,” tulis Bupati Fauzi, seperti yang dihimpun oleh jurnalis madurapers.com.
“Maka jangan selalu banyak bertanya tentang semua ini. Di dalam doa ada rahasia indah maka berdoalah selalu, jangan lupa selalu bersyukur, hadapi dengan senyuman,” lanjut tulisan Bupati Fauzi dalam histori WhatsAppnya.
Pada tulisan itu, Yono menangkap satu pesan dari seorang Bupati Sumenep, bahwa Bupati Fauzi sedang memadu energi doa dan ikhtiar untuk menghadirkan sesuatu yang lebih baik, tetapi tidak dalam rangka mendikte Tuhan.
Dalam status WhatsApp lainnya, Bupati Fauzi juga pernah menuliskan beberapa kata bijak menjadi seorang pemimpin yang takwa dalam menjalan perintah agama.
“Banyaknya kata-kata bukanlah bukti dari pikiran yang bijaksana, karena orang bijak hanya berbicara ketika dibutuhkan, dan kata-katanya diukur sesuai kebutuhan. Belajar sabar dalam hidup, jangan lupa sholat malam,” histori WhatsApp Bupati Fauzi yang lain.
Hal ini juga dipandang cermat oleh Yono. Di mana, Bupati Fauzi dalam masa kepemimpinannya tidak mau dikelilingi orang-orang yang hanya senang adu gagasan tetapi lemah dipelaksanaan.
“Bupati Fauzi tidak mau disanjung dan ditimang yang pada akhirnya justru menjerumuskan, atau kata yang lebih populer yaitu Asal Bapak Senang alias ABS,” tegas Yono.
Menurutnya, Bupati Fauzi hanya menginginkan pasukan yang bisa bekerja guna mewujudkan visi-misinya. Kata-kata tersebut seperti jurus pamungkas setelah perbaduan doa dan ikhtiar dilakukan.
“Terus melangkah apapun keadaanya,” kembali tulis Bupati Fauzi dalam histori WhatsAppnya.
Yono menilai, Bupati Fauzi termasuk sopir yang pasrah tetapi tidak ugal-ugalan. Berani mengambil resiko dengan segala konsekuensinya dan tetap menyadari bahwa keselamatan penumpang berada ditangannya.
“Dengan ini, maka sudah jelas bahwa sebenarnya Bupati Fauzi sudah tahu apa yang harus ia lakukan selama memimpin Sumenep. Termasuk dalam mengelola pemerintahan Sumenep. Semuanya tampak hanya menunggu waktu,” kata Yono merinci.
Bupati Fauzi, lanjut Yono, juga sering mengatakan setiap sesuatunya harus dihadapi dengan senyuman dan jangan lupa berdoa.
“Genap 1 tahun kepemimpinan Bupati Fauzi pada Jumat (26/2/22) kemarin. Maka harus diakhiri dengan penuh banyak perjuangan untuk memajukan Sumenep,” tandasnya.
