Bangkalan – Amal shaleh istilah/konsep yang tak asing bagi umat Islam. Muhammad Rasyid Ridha menjelaskan amal shaleh adalah amal-amal perbuatan yang dapat memperbaiki diri akhlak, adab sopan santun, dan hal-ihwalnya manusia, baik secara pribadi maupun sosial.
A. Malik Madany (2014) menyimpulkan bahwa cakupan amal shaleh adalah seluas cakupan ajaran Islam itu sendiri, yakni melaksanakan segala apa yang diperintahkan dan meninggalkan segala apa yang dilarang.
Oleh karena sangat pentingnya amal shaleh, Syaikh Amin bin Abdullah asy-Syarqawi dalam sebuah karyanya “Fadhilah Amal Shaleh (2013)” mengajak umat Islam untuk memperbanyak melakukannya. Hal ini karena kelak orang yang melakukan amal inilah yang disebut dengan “orang yang beruntung”.
Allah S.W.T., berfirman: “Maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. al-A’raaf: 8)
Namun, keutamaan (fadhilah) amal shaleh tidak hanya di akhirat saja, tapi juga di dunia. Lalu, apa keutamaan amal shaleh tersebut? Berikut penjelasan Syaikh Amin bin Abdullah asy-Syarqawi terkait masalah tersebut.
Keutamaan amal shaleh ada 13 (tiga belas). Pertama, akan membuat hidup di dunia menjadi indah dan meraih kebahagiaan di akhirat. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an (Q.S. An-Nahl: 97; al-Buruj: 11; Q.S. as-Sajdah: 17) dan hadits Nabi Muhammad s.a.w (H.R. Bukhari 3.244 dan Muslim 2.724).
Kedua, akan menghilangkan kekhawatiran dan ketakutan. Menurut Syaikh Amin bin Abdullah asy-Syarqawi dengan amal shaleh manusia menjadi lapang dada, hati tenang, hidup berubah lebih baik, dan dijadikan lancar urusannya.
Ketiga, sebagai faktor kecintaan Allah atas mereka. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an (Q.S. Maryam: 96) dan hadits Nabi Muhammad s.a.w (H.R. Bukhari 3.208 dan Muslim 2.637).
Keempat, akan merengkuh derajat dan kedudukan yang tinggi di surga. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an (Q.S. Thahaa: 75) dan hadits Nabi Muhammad s.a.w (H.R. Bukhari 3.256 dan Muslim 2.831).
Kelima, mendapatkan keridhoan Allah S.W.T. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an (Q.S. al-Bayyinah: 7-8; at-Taubah: 72).
