Sampang — Konsumen listrik di wilayah Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, kembali dibuat resah akibat gangguan listrik yang terjadi hampir setiap hari. Voltase yang kerap turun hingga pemadaman mendadak tanpa pemberitahuan dinilai merugikan masyarakat, terutama pelaku usaha.
Teranyar, pemadaman listrik terjadi pada Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 18.00 WIB di sejumlah desa di Kecamatan Banyuates. Hingga malam hari, aliran listrik di beberapa wilayah dilaporkan belum juga kembali normal.
Kondisi ini memicu keluhan dari warga. Salah satunya disampaikan Abd Mukti, pengusaha ayam pedaging yang mengaku mengalami kerugian besar akibat pemadaman berulang.
“Yang punya bisnis ayam pedaging bisa mati berdiri kalau begini terus. Modalnya bukan sedikit, ini bisa ratusan juta,” keluhnya.
Pemadaman listrik dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha warga, mulai dari peternak, pedagang, hingga pemilik toko.
Kekecewaan juga disuarakan oleh aktivis DPC Projo Sampang, Herman Hidayat. Ia bahkan secara tegas meminta manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Ketapang untuk mundur dari jabatannya jika tidak mampu mengatasi persoalan yang terjadi hampir setiap hari tersebut.
“Kami mewakili warga Banyuates sudah muak dengan alasan yang terus berulang. Kalau tidak sanggup memberikan kenyamanan kepada konsumen, lebih baik manajer ULP PLN Ketapang mundur,” tegas Herman.
Ia juga menyoroti lambannya penanganan gangguan oleh petugas PLN yang hingga saat ini belum menemukan sumber masalah.
“Anehnya, sampai sekarang petugas belum juga menemukan titik gangguannya,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Humas ULP PLN Ketapang, Jamhuri, menyebut bahwa gangguan berasal dari arah Sampang dan bersifat tidak kasat mata.
“Saat ini gangguannya dari arah Sampang dan tidak kasat mata. Bahkan saat ini lepas per trafo,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Senada, Manager ULP PLN Ketapang, Pujiyanto, mengakui bahwa pihaknya masih melakukan pencarian terhadap sumber gangguan.
“Gangguan belum ditemukan. Mohon ditunggu dan doakan semoga segera ketemu,” tulisnya.
Hingga berita ini terbit, Listrik di sejumlah desa di Kecamatan Banyuates dilaporkan belum juga nyala.
