Program kerja ini, lanjut Fatma, menurutnya karena dilatar belakangi banyaknya sampah yang menumpuk akibat belum adanya tempat sampah yang tersedia di Desa Mangkon sehingga masyarakat masih memiliki kebiasaan untuk membuang sampah dengan beberapa jenis sampah yang tertumpuk menjadi satu pada pekarangan rumah dan kemudian membakar sampah tersebut.
“Jika hal tersebut dibiarkan terus menerus maka akan menimbulkan masalah lingkungan yang serius, dengan polusi udara yang tidak sehat, oleh karena itu kelompok Pengabdian Mahasiswa 122 UTM membuat solusi untuk melakukan pengadaan tempat sampah organik dan an-organik dengan memanfaatkan ban bekas. Masyarakat Desa Mangkon juga sangat mengapresiasi dengan adanya program kerja ini,” tuturnya.
Menanggapi hal itu, Mursyid Kepala Desa Mangkon menyampaikan bahwa terkait program kerja ini, “Kami berterimakasih dengan adanya program pengadaan tempat sampah ini, kami berharap tempat sampah ini bermanfaat bagi masyarakat Desa Mangkon dan mampu meningkatkan kesadaran masyarkat akan pentingnya pemilihan sampah,” tandasnya.
Diharapkan dengan adanya program ini masyarakat dapat membedakan jenis sampah, dan mengurangi pmbuangan sampah di pekarangan rumah dengan cara membakar sampah yang terjadi di Desa Mangkon serta pengetahuan baru tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya dengan pengelompokan jenis sampah yang benar demi menjaga lingkungan yang sehat dan bersih.
“Kebersihan merupakan upaya manusia untuk memelihara diri dan lingkungannya dari segala yang kotor. Dalam rangka mewujudkan dan melestarikan kehidupan yang sehat dan nyaman, kebersihan merupakan syarat bagi terwujudnya kesehatan. Sehat adalah salah satu faktor yang dapat memberikan kenyamanan dan kebahagiaan,” pungkasnya.
