“Seharusnya TFPKD tidak ikut campur dalam semua ini, kalau tidak bisa bertanggung jawab, kami sampai saat ini tidak dipertemukan dengan Bupati, dan saya yakin ini dalangnya adalah TFPKD,” tandasnya, kecewa.
Menanggapi itu, Ketua TFPKD Ahmad Ahadiyan Hamid mengatakan, bahwa hari ini Bupati tidak bisa menemui, dikarenakan masih ada di luar, oleh karena itu agenda pertemuan sama Bupati terpaksa akan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 29 April. Selanjutnya, pihaknya juga meminta perwakilan saja yang bersangkutan dari setiap desa yg bermasalah itu tiga orang; kuasa hukum dan yang mewakili dua orang, agar tidak terlalu ramai.
“Karena berhubung Bupati tidak bisa nemuin saat ini, makan kami akan agendakan kembali hari Kamis, tapi kami hanya minta perwakilannya saja, minimal kuasa hukum dari desa yang bersangkutan dan yamg mendampingi dua orang, jadi minimal tiga orang saja hari kamis yang akan mewakili untuk ketemu dengan bapak Bupati,” kata Diet, panggilan akrabnya.
