“Proses perizinan dan fasilitas yang diperlukan telah tersedia, sehingga para pelaku usaha dapat segera menetap dan berkembang. Selain Tax Holiday dan Tax Allowance, fasilitas fiskal lainnya seperti super deduction tax hingga 300 persen juga tersedia untuk kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang pangan, farmasi, kosmetik, alat kesehatan, dan lainnya,” jelas Menko Airlangga.
Delegasi EU-ABC mengapresiasi peran strategis Indonesia dalam perekonomian global serta semakin baiknya iklim investasi di Tanah Air. Mereka juga menegaskan dukungan terhadap percepatan penyelesaian Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), yang telah dibahas selama sembilan tahun.
Perundingan ini diharapkan dapat rampung pada kuartal pertama 2025, guna meningkatkan kerja sama perdagangan, investasi, dan industri antara Indonesia dan Uni Eropa.
“Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menyelesaikan perundingan IEU-CEPA pada kuartal pertama tahun ini,” pungkas Menko Airlangga.
Turut hadir dalam pertemuan ini, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Prambudi, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon, serta perwakilan pelaku bisnis Eropa seperti Airbus, BASF, Bosch, Philip Morris International, The Coca-Cola Company, dan sejumlah investor lainnya.
Pemerintah berharap bahwa kerja sama dengan Uni Eropa ini akan semakin mempercepat laju investasi dan mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional.
