Dalam keterangan yang sarat filosofi, Rieke mengutip Bung Karno untuk menegaskan kritiknya terhadap arah dunia saat ini. “Saat ini sedang digelar pertunjukan kolosal pragmatisme materialis… pagelaran eksploitasi manusia oleh manusia, eksploitasi bangsa oleh bangsa,” kritiknya.
Seruannya ditujukan bagi siapa pun yang masih memiliki nurani di tengah kegaduhan global ini. “Demi kemanusiaan, semoga perang segera berakhir. Demi kemanusiaan, segera akhiri perang,” ujar Rieke menutup pernyataannya.
Pernyataan itu mencerminkan kekecewaan mendalam atas cara dunia menangani konflik internasional. Ia mendorong refleksi global atas nilai-nilai kemanusiaan yang terkikis oleh kepentingan geopolitik.
Ketika rudal terus meluncur, suara seperti Rieke mengingatkan bahwa kekuatan bukan hanya soal senjata, tapi juga keberanian untuk menyuarakan damai. Dalam dunia yang semakin sarat kepentingan, suara nurani seperti ini menjadi semakin langka namun mendesak.
